Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

PENDIDIKAN 1000 Siswa SD di Jerebuu Ikuti Gerakan #AyoMenulis Standardpen 21 Aug 2017 09:59

Article image
Sekitar 1000 siswa SD di Kecematan Jerebuu mengiktui kegiatan #ayomenulis Standarpen di Kampung Adat Gurusina Jerebuu. (Foto: Kristian)
Kegiatan kampanye #ayomenulis yang melibatkan 1000 anak dari 11 SD di Kecamatan Jerebuu ini dilangsungkan di Kampung Adat Gurusina, Jerebuu.

GURUSINA, IndonesiaSatu.co -- Produsen alat tulis (bulpoin) asli Indonesia, PT Standardpen Industries melanjutkan aksi gerakan #ayomenulis di Flores. Pada, Sabtu 19 Agustus 2017, gerakan #ayomenulis Standardpen menyambangi siswa-siswi SD se Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.

Kegiatan kampanye #ayomenulis yang melibatkan 1000 anak dari 11 SD di Kecamatan Jerebuu ini dilangsungkan di Kampung Adat Gurusina, Jerebuu. Sebelumnya, pada 12 Agustus 2017, gerakan #ayomenulis Standardpen melibatkan 700-an siswa SD di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.  Kegiatan #ayomenulis Standardpen juga telah dilakukan di Kota Maumere pada tanggal 7 Agustus 2017 dengan melibatkan 1.500 siswa SD dari 10 sekolah di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

“Kami berharap anak-anak Indonesia di Maumere khususnya mulai mengenal kembali baca buku dan menuliskan cerita rakyat atau sesuai tradisi budaya, adat istiadat, atau kearifan lokal lainnya, atau pengalaman liburan mereka dengan tangan,” kata Shara Christanti, Public Relations PT Standardpen Industries yang ikut dalam kegiatan #ayomenulis di Jerebuu ini.

Hasil riset Harvard University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa ada lima manfaat menulis bagi anak-anak. Mengurangi stres, belajar mengeluarkan pendapat secara bijak, belajar merangkai kata, melatih kesabaran, serta menambah ilmu dan wawasan.

Dalam kegiatan #ayomenulis di Jerebuu ini, 1000-an siswa dan siswi akan memulai kegiatan dengan melakukan tarian Ja'i secara masal. Tarian Ja'i adalah tarian khas dari masyarakat Kabupaten Ngada yang sangat fenomenal, karena juga digemari oleh hampir seluruh masyarakat Flores dan NTT.

Setelah melakukan Ja'i masal, 1000-an siswa dan siswa SD akan mengikuti kegiatan belajar menulis surat untuk Presiden RI. Anak-anak akan bercerita tentang kampung adat mereka dengan ciri khas megalitikum yang sangat kuat, juga bercerita tentang pesta Adat Reba dan Ka Sao, dan tentu tarian Ja'i sendiri. Anak-anak juga bercerita tentang gunung kebanggan mereka, Gunung Inerie, kawasan wisata Kampung Adat Bena, tempat pemandian air Panas Malanage, dll.

“Kegiatan menulis surat untuk Presiden ini diharapkan menjadi pengalaman yang bernilai dan menjadi tradisi bagi anak-anak dalam menulis dengan tangan.  Menulis selain mengasah kinerja otak juga dapat membantu anak-anak menjadi kreatif. Kami mengandalkan guru dan orang tua untuk dapat membantu melestarikan menulis dengan tangan,” kata Shara.

Selain itu, dalam kegiatan #ayomenulis yang digelar di Kampung Adat Gurusina ini, Standardpen membagikan 1000 lusin bolpoin legendaries AE7 dengan pilihan warna dan desain baru, juga tas sekolah untuk ke 1000 anak di wilayah Jerebuu.

Standard AE7 menjadi legenda turun temurun dengan pilihan warna hitam dan biru saja, tapi saat ini Standardpen beranjak menciptakan bolpoin berbody warna warni yang sesuai dengan tren anak muda. AE7 dikenal sebagai pulpen terbaik yang banyak disukai masyarakat terutama dikalangan pelajar. Bukan hanya berwarna tetapi kualitas tulisan dari AE7 menjadi identitas berkembangnya Standardpen, perusahaan bolpoin terbesar di Asia Tenggara yang memiliki karyawan seluruhnya asli orang Indonesia.

--- Sandy Romualdus

Komentar