Breaking News

REGIONAL Kunker Komisi II dan III DPRD Ende Tinjau Infrastruktur dan Faskes di Puskesmas Wolojita 27 Jan 2020 11:06

Article image
Komisi II dan Komisi III DPRD Ende saat berdialog dengan Camat Wolojita dalam kunker Dewan. (Foto: Che)
Usai meninjau sejumlah titik, Yani mengaku beberapa titik rawan longsor perlu ditanggapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT).

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Anggota Komisi II dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ende, Jumat (24/1/20) mengadakan kunjungan kerja (kunker) di Kecamatan Wolojita.

Dalam kunker tersebut, Anggota DPRD Komisi II dan Komisi III di antaranya Yohanes Marinus Kota (Partai Berkarya), Yohanes Donbosco Rega, Sitti Hajarul Hastuti (Partai  Nasdem), Emanuel Minggu (PSI), Maximus Deki (Partai Gerindra) dan Mahmud Bento Djegha (Partai Demokrat), meninjau langsung infrastuktur jalan menuju Puskesmas Wolojita, meninjau fasilitas dan bangunan Puskesmas serta potensi longsor di sekitar bangunan Balai Penyuluh Pertanian dan area Puskesmas Wolojita.

Dalam diskusi singkat bersama Camat Wolojita, Vitus M. C. Sengga di kantor Camat Wolojita, dijelaskan bahwa akses infrastruktur jalan menuju Puskesmas baru dibenahi beberapa bulan lalu, masih dengan kondisi rabat.

"Sebelumnya tidak seperti ini, masih jalan tanah. Skrg baru ada rabat. Sementara di dalam area Puskemas juga butuh pembenahan, termasuk fasilitas kesehatan yang masih sangat terbatas," kata Camat Vitus yang mengapresiasi kunker tersebut.

Sementara Anggota Komisi II, Yohanes Marinus Kota mengatakan bahwa setelah meninjau langsung kondisi infrastruktur dan menyerap aspirasi melalui pemerintah setempat, pihaknya akan berupaya membahas hal itu dalam rapat Dewan.

"Tentu ini aspirasi yang diserap langsung dalam kunker ini. Kami akan membahasnya di rapat Dewan guna menyikapi hal ini, karena akses infrastruktur dan pelayanan kesehatan masyarakat harus didukung melalui kebijakan konkrit (anggaran, red)," kata politisi Partai Berkarya yang akrab disapa Yani ini.

Usai meninjau sejumlah titik, Yani mengaku beberapa titik rawan longsor perlu ditanggapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT).

"Persis di samping kantor BPP, perlu dibangun TPT karena kondisi bidang tanah yang miring dan riskan terdampak abrasi maupun longsor. Juga di depan Puskesmas perlu dibangun TPT karena kondisi kemiringan dan sangat rawan. Aspirasi ini akan kami perjuangkan di rapat Dewan untuk segera ditanggapi," kata Yani.

Hal senada diutarakan oleh anggota Komisi II, Yohanes Donbosco Rega.

Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Onny ini meminta pemerintah Kecamatan Wolojita untuk mengakomodir hal itu pada saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) sehingga bisa menjawabi pembangunan TPT.

"Pemerintah kecamatan diminta untuk mengakomodir hal itu (TPT, red) dalam Musrenbangcam sehingga dibahas di rapat Dewan. Dari kondisi yang ada, memang perlu di bangun TPT guna mencegah terjadi longsor sehingga bangunan tetap terjaga. Juga direncanakan dengan pagar sehingga melindungi tanaman yang ada," kata Onny.

Onny bahkan memperkirakan estimasi anggaran guna menyikapi hal itu.

"Estimasi biaya kurang lebih Rp. 500 juta. Ini penting untuk menjamon kenyamanan lingkungan dan masyarakat sekitar, juga mendukung pelayanan kepada masyarakat di kecamatan Wolojita. Prinsipnya, kita sudah turun langsung melihat realita yang ada (kunker) untuk selanjutnya dibahas dan dieksekusi," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar