Breaking News

HUKUM Anak Tidak Naik Kelas, Orang Tua Murid Gugat SMA Gonzaga 30 Oct 2019 12:23

Article image
SMA Kolese Gonzaga Pejaten Barat, Jakarta Selatan. (Foto: majalahouch.com)
Yustina meminta majelis hakim menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – SMA Kolese Gonzaga Pejaten Barat, Jakarta Selatan digugat orang tua murid. Yustina Supatmi, orang tua murid menggugat sekolah tersebut lantaran kecewa karena anaknya tidak naik kelas.

Tidak tanggung-tanggung, dalam gugatan yang di daftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut, Yustina menuntut ganti rugi materiel sebesar Rp 51.683.000 dan imateriel Rp 500 juta.

Adanya gugatan terhadap sekolah yang didirikan para imam Yesuit itu dikonfirmasi humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur.
"Gugatan itu didaftarkan pada 1 Oktober 2019 dengan nomor perkara 833/Pdt.G/2019/PNJKT.SEL," kata Achmad seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (31/10/2019).

Yustina menggugat Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga Paulus Andri Astanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Himawan Santanu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gerardus Hadian Panamokta, dan guru Sosiologi Kelas XI Agus Dewa Irianto.

Selain itu Yustina turut menggugat Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta.

Sidang pertama kasus ini digelar pada Senin (28/10/2019) lalu. Namun sidang yang terbuka untuk umum itu ditunda karena pihak turut tergugat tidak hadir dalam kesempatan tersebut.

Achmad mengatakan sidang akan digelar kembali pada Senin (4/11/2019) pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang 01. Agenda sidang mendatang yaitu memanggil turut tergugat.

Dalam gugatannya, Yustina meminta majelis hakim menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat berinisial BB tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum.

Yustina meminta majelis hakim menyatakan BB memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke kelas 12 SMA Kolese Gonzaga.

Selain itu, Yustina juga meminta majelis hakim menghukum para tergugat untuk membayar ganti rugi secara tanggung renteng kepadanya. Ganti rugi itu meliputi materiel Rp 51.683.000 dan imateriel Rp 500 juta.

Yustina juga meminta majelis hakim menyatakan sah dan berharga menyita jaminan terhadap aset para tergugat berupa tanah dan bangunan Sekolah Kolese Gonzaga, dan atau harta kekayaan para tergugat lainnya baik benda bergerak dan atau benda tidak bergerak lainnya yang akan disebutkan kemudian oleh penggugat.

Majelis hakim juga diminta menghukum turut tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap putusan perkara, serta menghukum para tergugat membayar seluruh biaya perkara.

--- Simon Leya

Komentar