Breaking News

EKONOMI Angelo Wake Kako: Pintu Masuk Destinasi Pariwisata NTT Harus Dongkrak Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan 03 Sep 2020 10:07

Article image
Anggota DPD RI asal NTT, Angelo Wake Kako bersama Gubernur NTT, Victor Laiskodat saat kunjungan kerja perdana Menteri Kelautan dan Perikanan ke NTT. (Foto: Dok.Tim AWK)
"NTT punya potensi dan sumber daya laut yang mumpuni. Ini perlu sinergitas dari Pusat hingga daerah agar ada dampak nyata bagi daerah dan masyarakat," komit Angelo.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- "Destinasi Pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus menjadi pintu masuk dalam mendongkrak potensi sumber daya kelautan dan perikanan, sehingga berdampak bagi perekonomian masyarakat, membuka akses lapangan kerja, meningkatkan produktivitas serta berdaya saing dalam pasar global (ekspor). Butuh komitmen yang terintegrasi dan kontinyu dalam mengoptimalkan segala potensi yang ada di NTT sebagai daerah kepulauan."

Demikian hal itu diutarakan Anggota Komite II DPD RI Dapil NTT, Angelo Wake Kako, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ke wilayah NTT, Jumat (28/8/2020).

Angelo menyinggung wacana besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus mendorong dan mempromosikan Labuan Bajo (Manggarai Barat, NTT) sebagai salah satu destinasi pariwisata super premium selain 4 destimasi yang dipromosikan yakni adalah Mandalika (Lombok Tengah, NTB), Labuan Bajo, Borobudur (Jateng), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Manado (Sulawesi Utara).

Sementara dalam kunker perdanannya ke wilayah NTT, Menteri Edhy mengatakan bahwa untuk meningkatkan pemanfaatan potensi tersebut, akan segera dibangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) terintegrasi yang nantinya akan memiliki fungsi dalam meningkatkan produksi; mulai dari budidaya serta pengolahan benih-benih, baik itu benih ikan laut seperti kerapu, rumput laut, koral, udang serta benih lobster.

"NTT ini wilayah lautnya luar biasa besar, pulaunya banyak, namun belum optimal dalam pengelolaannya. Saya melihat ini sebagai peluang besar yang harus kita tangkap. Kami yakin dengan pembangunan yang dimulai dari laut, ekonomi masyarakat NTT akan berkembang dengan sangat baik," kata Menteri Edhy.

Menurut Angelo, selain potensi laut sebagai destinasi wisata (keindahan alam, gugusan pulau, aneka jenis terumbu karang, dan lain-lain), juga akan berdampak ekonomis secara signifikan jika dikembangkan secara optimal.

"Wilayah kepulauan adalah suatu destinasi strategis yang perlu didorong pada kebijakan strategis-produktif hingga sungguh menjadi sumber kedaulatan ekonomi," kata Senator muda asal NTT ini.

Angelo berkomitmen, dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPD RI Komite II yang bermitra dengan beberapa kementerian terkait, akan terus bersinergi mendorong kedaulatan maritim di NTT.

"NTT punya potensi dan sumber daya laut yang mumpuni. Ini perlu sinergitas dari Pusat hingga daerah agar ada dampak nyata bagi daerah dan masyarakat," komitnya.

Dalam kunker tersebut, Senator Angelo juga menemani Menteri Kelautan dan Perikanan dalam moment penyerahan bantuan, di antaranya;

Bantuan benih rumput laut Euchema senilai Rp 400 juta kepada 4 kelompok dari Desa Waimatlunu, Desa Tesabela, Desa Kuenheun, Desa Tablolong.

Juga bantuan untuk Kelompok Masyarakat Konservasi (KOMPAK) senilai Rp 100 juta berupa sarana pemantauan biota laut dilindungi, diserahkan kepada KOMPAK Mira Jaga, Desa Sabu Raijua.

Ada juga bantuan beasiswa kepada anak pelaku utama, secara simbolis diberikan kepada Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik KP Kupang bagi 160 taruna anak pelaku usaha perikanan senilai Rp 1.600.000.000.

Bantuan Penyelenggaraan pendidikan SUPM bagi 158 siswa senilai Rp 1.580.000.000.

Bantuan CSR senilai Rp 100 juta kepada kelompok Sadar Wisata Desa Lifuleo, berupa pembangunan sarana tempat berteduh Loko-Loko.

Bantuan CSR senilai Rp 100 juta berupa benih rumput laut kepada Desa Lifoleo.

--- Guche Montero

Komentar