Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Atas Permintaan AS, Kanada Tangkap Putri Bos Huawei 07 Dec 2018 13:14

Article image
Meng Wanzhou, putri Ren Zhengfei, bos Huawei Technologies Co yang tertangkap di Bandara Internasional Vancouver pada 1 Desember 2018. (Foto: ACE News)
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Meng diburu karena terlibat skandal perdagangan ilegal. Raksasa teknologi komunikasi itu diduga menyelundupkan teknologi AS ke Iran.

VANCOUVER, IndonesiaSatu.co – Hubungan dagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) kian panas dengan tertangkapnya Putri Ren Zhengfei, Meng Wanzhou, bos Huawei Technologies Co di Bandara Internasional Vancouver pada 1 Desember 2018.

Wanzhou ditangkap aparat keamanan Kanada atas permintaan AS. AS kemudian meminta Kanada mengekstradisi perempuan 46 tahun itu. Wanzhou diamankan ketika sedang transit.

"Sidang pengajuan jaminan akan dilakukan pada Jumat (7/11/2018)," ujar seorang pejabat Kementerian Hukum Kanada tentang penangkapan Meng kepada BBC sebagaimana dikutip jpnn.com (7/12/2018).

Tiongkok mendesak Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau membebaskan ahli waris Huawei yang menjabat chief financial officer (CFO) tersebut.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Meng diburu karena terlibat skandal perdagangan ilegal. Raksasa teknologi komunikasi itu diduga menyelundupkan teknologi AS ke Iran. Padahal, negara tersebut sedang mendapatkan sanksi ekonomi dari pemerintahan Trump.

Namun, Beijing menyangkal keras tuduhan tersebut. Huawei pun menampik dugaan itu. Mereka malah balik menuduh AS sebagai pihak yang curang. AS sengaja memperalat Huawei demi memenangkan persaingan bisnis global.

"Menahan tanpa alasan jelas adalah pelanggaran HAM," ungkap Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Karena itu, Beijing siap mendampingi Meng dalam proses hukum tersebut. Terutama, untuk mencegah ekstradisi Meng ke AS.

Sementara itu, penasihat keamanan AS John Bolton sebagaimana ditulis The Guardian (6/12/2018) waktu setempat mengatakan dia sudah mengetahui sebelumnya bahwa top executive perusahaan telekomunikasi asal China akan ditangkap di Kanada dan diekstradisi ke AS.

Beijing meminta agar Meng Wanzhou dilepas dan mendesak Ottawa dan Washington untuk memberikan alasan penangkapan atas Wanzhou di Vancouver pada hari Sabtu.

Bolton tidak memberikan alasan yang spesifik soal permintaan penangkapan oleh AS tersebut sembari menambahkan bahwa ini adalah persoalan penegakan hukum. Tapi dalam wawancara dengan sebuah radio pada hari Kamis dia mengatakan AS sudah lama menaruh perhatian tentang peran Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya dalam kaitan dengan pencurian teknologi AS.

“Kami punya perhatian yang besar selama bertahun-tahun ... praktik perusahaan-perusahaan China untuk menggunakan hak intelektual AS yang dicuri untuk terlibat dalam transfer teknologi dan digunakan sebagai  senjata bagi pemerintah China dan teknologi informasi pada khususnya,” kata Bolton kepada National Public Radio.

--- Simon Leya

Komentar