Breaking News

BERITA Audiensi dengan KPU RI, PP PMKRI: Pilkada Harus Bermartabat 09 Aug 2020 17:48

Article image
Ketua Lembaga Politik dan Demokrasi PP PMKRI, Oyen Tibo (kanan) saat berpose bersama Komisioner KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, usai beraudiensi terkait Pilkada Serentak 2020. (Foto: Dok. PP PMKRI)
"Prinsipnya, demokrasi yang bermartabat dan berintegritas akan melahirkan pemimpin daerah yang berintegritas," tandas Oyen.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Jumat (7/8/20) beraudensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Pada momen audensi ini, Lembaga Politik dan Demokrasi PP PMKRI membahas hal-hal seputar penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 untuk 27 daerah, termasuk peran serta mahasiswa dan organ Ormas serta organisasi kepemudaan seperti PMKRI.

"Jadikan momentum Pilkada serentak 2020 ini sebagai ajang pemulihan martabat demokrasi sesuai asas Pemilu. Sehingga, moment Pilkada sungguh-sungguh melahirkan pemimpin daerah yang berintergritas, meminimalisir potensi politik uang (money politics), serta mengatisipasi pelanggaran Pilkada yang berbuntut pada gugatan hukum akibat berbagai tindakan kecurangan. Ini perlu menjadi perhatian bersama termasuk peran aktif Ormas dan OKP untuk mengawasi jalannya Pilkada," kata Ketua Lembaga Politik dan Demokrasi PP PMKRI, Oyen Tibo dalam rilis kepada media ini.

Oyen mengatakan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab, PMKRI siap bekerjasama dengan pihak penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, Panwaslu) guna menyukseskan egenda politik Pilkada serentak 2020.

"PMKRI bersedia menjadi bagian dari tanggung jawab mewujudkan demokrasi secara bermartabat dan berintegritas. Ini juga sebagai wujud nyata dari Visi-Misi PMKRI dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara," imbuh Oyen.

Sementara itu, Komisoner KPU RI, Bapak I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dalam sesi audiensi mengapesiasi kehadiran dan niat bail PMKRI untuk mendukung dan bekerjasama dengan KPU RI dalam menyukseskan Pilkada Serentak yang akan digelar pada Desember mendatang.

"Jika PMKRI ingin mengambil bagian dalam pemantau pilkada nantinya, silahkan mendaftarkan diri di KPUD yang bersangkutan yang akan melaksanakan Pilkada. Tentunya melalui prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai pemantau," terang Wiarsa.

Menanggapi hal itu, PP PMKRI mengaku bersedia bekerjasama dan akan berkoordinasi dengan Pengurus Cabang PMKRI di daerah yang akan melaksanakan Pilkada.

"Ruang audiensi dan signal dukungan ini menjadi energi positif guna bersama-sama menjaga dan mengawal setiap proses demokrasi baik secara nasional maupun regional (Pilkada). Prinsipnya, demokrasi yang bermartabat dan berintegritas akan melahirkan pemimpin daerah yang berintegritas," tandas Oyen.

--- Guche Montero

Komentar