Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PARIWISATA Bersepeda 304 Hari, Pasutri dari Malang Ini Akhirnya Tiba di Mesir 31 Oct 2017 22:49

Article image
Pasutri asal Malang ini sukses tiba di Kairo Mesir dengan mengayuh sepeda selama 304 hari. (Foto: Ist)
Dengan berbekal bahasa hati dan Bahasa Inggris yang terbatas, Hakam Mabruri dan istri diterima dengan baik oleh banyak penduduk lokal yang ditemuinya selama perjalanan.

MESIR, IndonesiaSatu.co - Pasangan suami istri Hakam Mabruri (35) dan Rofingatul Islamiah (35) dengan mengayuh sepeda tandem akhirnya memasuki wilayah Mesir melalui perbatasan Mesir – Yordania setelah menempuh perjalanan selama 304 hari, pada Selasa (17/10/2017).

“Perjalanan panjang yang dimulai dari Kota Malang pada 17 Desember 2016 tersebut didasari oleh semangat berpetualang dan juga keinginan Hakam Mabruri untuk menunjukkan kepada dunia tentang Islam Indonesia yang moderat dan membawa damai,” demikian siaran Pers Kedutaan Besar Indonesia di Mesir, yang diterima di Jakarta, Selasa (31/10/2017.

Bagi Hakam Mabruri, perjalanan kali ini merupakan yang pertama kalinya mengajak sang istri turut serta. Sebelumnya dia melakukan beberapa petualangan dengan sepeda seorang diri. Sedangkan bagi Rofingatul Islamiah perjalanan ini sebagai bentuk pengabdian istri mendampingi suami sekaligus guna memperkuat sikap tawakal mereka sebagai keluarga kepada Allah SWT.  

“Apalagi perjalanan ini juga merupakan perjalan iman membawa misi Islam sebagai Rahmatan Lil ’Alamin. Rencananya, perjalanan ini akan diakhiri dengan ibadah Umrah di Mekkah, sebelum keduanya kembali ke tanah air,” demikian siaran pers itu.

Bagi Hakam Mabruri dan istri, kendala terbesar yang mereka hadapi selama perjalanan adalah perbedaan bahasa sebagai media komunikasi dengan penduduk lokal khususnya saat melewati kota-kota kecil yang masyarakatnya jarang bisa berbahasa Inggris. Apalagi Hakam Mabruri menyebutkan kemapuan Bahasa Inggrisnya yang terbatas dengan istilah “50 – 50”.

Salah satu pengalaman uniknya adalah saat harus berargumen dengan polisi perbatasan Myanmar karena tidak diperbolehkan memasuki wilayah Myanmar lewat jalur darat melalui Thailand.

Hakam Mabruri baru memahami peraturan harus memiliki visa jika ingin masuk wilayah Myanmar lewat jalur darat setelah menelpon KBRI Bangkok. Setelah menerima penjelasan dari KBRI Bangkok, Hakam Mabruri dan Istri terpaksa harus kembali mengayuh sepeda sejauh 560 KM ke Bangkok untuk mengurus visa.

"Namun demikian kendala komunikasi tersebut dapat diatasi dengan Bahasa Hati. Saya yakin semua manusia punya perasaan dan hati untuk mengerti semuanya” ujar Hakam Mabruri. 

Dengan berbekal bahasa hati dan Bahasa Inggris yang terbatas, Hakam Mabruri dan istri diterima dengan baik oleh banyak penduduk lokal yang ditemuinya selama perjalanan. Mereka menerima banyak bantuan selama perjalanan dari penduduk lokal baik dalam bentuk penginapan gratis maupun makanan.

Hakam Mabruri dan istri pada Minggu pagi (29/10/2017) menyempatkan diri mampir ke KBRI Kairo dan bertemu dengan Dubes RI, Helmy Fauzy dan seluruh staf KBRI Kairo yang sedang melakukan kegiatan rutin olahraga bersama setiap hari minggu.

Hakam Mabruri dan Istri pada kunjungan tersebut juga didaulat untuk berbagai pengalaman perjalanannya sejak dari Indonesia. Hakam Mabruri dan istri berencana akan mengelilingi Mesir selama 2 minggu ke depan sambil menunggu proses visa Arab Saudi.

Bagi Dubes Helmy Fauzy, ini merupakan pengalaman pertama menerima warga Indonesia yang bersepeda keliling dunia apalagi dengan sepeda tandem suami-istri.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dengan membawa nama Indonesia sebagai salah bentuk diplomasi yang dapat dilakukan oleh warga Indonesia” kata Helmy.

“KBRI Kairo akan memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan selama Hakam Mabruri dan istri berada di Mesir” ujarnya.

--- Very Herdiman

Komentar