Breaking News

AGAMA Bertemu Paus Fransiskus, Menag RI Singgung Toleransi dan Moderasi Beragama 06 Oct 2019 09:12

Article image
Menteri Agama RI, Lukman saat bersalaman dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Roma. (Foto: Reuters)
Dalam kesempatan itu, Lukman turut menyampaikan bahwa Indonesia terus menggaungkan moderasi beragama guna membangun toleransi.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co-- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (3/10/19) waktu setempat, bertemu dengan Paus Fransiskus dalam sebuah Audiensi Umum yang digelar di lapangan Santo Petrus Vatikan, Roma.

Dilansir CNN Indonesia dari laman resmi kemenag.go.id, dalam dialog dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia itu, Memteri Lukman mengucapkan terima kasih kepada Paus Fransiskus karena Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo, ditunjuk menjadi salah satu dari 13 kardinal di Vatikan.

"Bersalaman dengan Paus Fransiskus, Menag Lukman sempat berdialog singkat dan menyampaikan bahwa mewakili Pemerintah Indonesia, amat bersyukur dan berterima kasih, karena salah satu putra terbaik Indonesia diberi kepercayaan sebagai Kardinal," bunyi pernyataan Kementerian Agama RI melalui situs resminya pada Jumat (4/10/19).

Moderasi Beragama

Dalam kesempatan itu, Lukman turut menyampaikan bahwa Indonesia terus menggaungkan moderasi beragama guna membangun toleransi.

Lukman juga turut mengapresiasi Piagam Persaudaraan Kemanusiaan yang diteken oleh Paus Fransiskus dan Grand Syaikh Al Azhar di Abu Dhabi beberapa waktu lalu. Menurutnya, piagam itu membahagiakan dan menentramkan umat beragama dalam membangun peradaban.

Pada kesempatan yang sama, MenagĀ  memberikan cinderamata berupa Plakat Kementerian Agama yang ditandatangani olehnya kepada Sri Paus. Sementara Sri Paus memberi cinderamata kepada Menag berupa medali perak yang berlogo Negara Vatikan.

Selain bertemu dengan Paus Fransiskus, Lukman juga dijadwalkan akan bertemu dengan Imam Besar dan Pengurus Masjid Raya Roma, Italia dan menghadiri pelantikan Kardinal di Basilika Santo Petrus Vatikan pada 5 Oktober.

Sebelumnya diberitakan, Paus Fransiskus mengumumkan 13 Kardinal baru di Vatikan pada 1 September lalu yang berasal dari berbagai negara di Amerika Utara, Amerika Tengah, Eropa, dan Asia. Secara spesifik, kardinal ini akan ditunjuk dari negara seperti Kuba, Kongo, Indonesia, dan Maroko.

Sebanyak 10 kardinal akan berusia di bawah 80 tahun. Para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun itu nantinya akan menjadi bagian dari pertemuan untuk menentukan sosok Paus berikutnya yang akan memimpin sekitar 1,2 miliar umat Katolik dunia.

--- Guche Montero

Komentar