Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MEGAPOLITAN Bunga Kau Bakar, Lilin Kau Tidak Suka, Kau Pergi Duluan ke Mars! 15 May 2017 12:08

Article image
Aksi 1000 lilin di Depok, Jawa Barat, Minggu (14/5/2017). (Foto: IndonesiaSatu.co)
Acara tersebut digelar untuk mendukung Presiden Joko Widodo, Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia agar tidak segan-segan menumpas kelompok intoleran, anti kebhinekaan, dan anti Pancasila.

DEPOK, IndonesiaSatu.co -- Aksi doa dengan menyalakan seribu lilin mendukung empat pilar bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika terus bergulir di seluruh wilayah di tanah air. Setelah sebelumnya aksi berlangsung di sejumlah titik strategis di Jakarta, seperti di Tugu Proklamasi, aksi 1000 lilin juga menjalar ke Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (14/5/2017).

Aksi yang berlangsung di Depok City Bessing ini diikuti seribuan warga yang menyalakan 1000 lilin. Warga dari berbagai kelompok agama, suku dan warna kulit memenuhi halaman depan gedung yang terletak di bibir jalan tersebut. Bahkan, warga tumpah hingga ke Jalan Raya Pemuda, Depok. Polisi terlihat berjaga-jaga sambil mengatur lalu lintas.

Tepat pukul 19.00 WIB, panitia menyerukan menyalakan lilin sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Semua warga pun melantunkan Lagu Kebangsaan ciptaan WR Supratman itu dengan lantang dan semangat.  Selanjutnya, berturut-turut dinyanyikan lagu Garuda Pancasila, Indonesia Tanah Air Beta dan Rayuan Pulau Kelapa. Warga hanyut dalam rasa keindonesiaan, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa yaitu Indonesia.

Dari panggung, ketua panitia mengatakan, acara tersebut digelar untuk mendukung Presiden Joko Widodo, Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia agar tidak segan-segan menumpas kelompok intoleran, anti kebhinekaan, dan anti Pancasila.

“Negara kita bukan negara agama, tapi negara yang berdasarkan ideologi Pancasila. Karena itu, kami semua mendukung pemerintahan yang sah pimpinan Presiden Jokowi, mendukung Polri dan TNI untuk menumpas kelompok yang tidak mencintai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar ketua Panitia.

Selain membawa lilin, beberapa anak muda juga membawa poster bertuliskan “No One Can Save NKRI, Even The Avenger, but We Can!”, dan poster bertuliskan dukungan pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Lain pula dengan Shinta, gadis asal Depok. Dia membawa poster bertuliskan, “Bunga Kau Bakar Lilin Kau Tidak Suka, Kau Pergi Duluan ke Mars, di Sana Belum Ada Apa-apa! #Save NKRI #Keep Tolerance”.

Shinta hendak mengeritik kelompok intoleran yang beberapa minggu terakhir membakar papan bunga ucapan "cinta" kepada Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Banyak warga bergantian foto bersama dengan pembawa poster tersebut.

Di sudut lain, terpampang spanduk bertuliskan pidato Presiden Pertama, Ir Soekarno. “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, dan bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke”.

Pada bagian lain spanduk, tertulis salah satu pidato Soekarno, “Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”.

Panitia mengatakan, acara tersebut baru awal dari sebuah gerakan warga yang mencintai NKRI. “Lilin-lilin itu akan terus bernyala, karena mayoritas warga negara Indonesia masih mencintai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika”.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalan aman dan tertib. Warga perlahan meninggalkan lokasi acara sekitar pukul 21.00 WIB.

 

--- Very Herdiman

Komentar