Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

POLITIK Cerita Risma Tolak Maju di Pilkada Jatim Hingga Jadi Menteri 14 Sep 2017 09:19

Article image
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Ant)
Risma juga menceritakan saat dirinya sempat ditawari menjadi menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan dirinya menolak wacana pencalonannya sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada Jawa Timur 2018 mendatang. 

"Menjadi pemimpin itu berat tanggung jawabnya, meskipun menurut orang lain mampu untuk mengemban tugas itu. Saya bisa bangun kota ini jadi bagus, tapi masyarakatnya menangis dan menderita," kata Risma di hadapan puluhan pimimpin redaksi media cetak dan elektronik di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (13/9).

Keputusan untuk tidak maju dalam Pilgub Jatim, kata Risma, sudah disampaikan jauh hari kepada Ketua Umum PDIP Megawati. Risma juga menceritakan saat dirinya sempat ditawari menjadi menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

"Pak Jokowi saat itu belum dilantik, saya ditawari menjadi menteri," ujarnya seperti dikutip Antara.

Menurut Risma, sebelum Presiden Jokowi dilantik dan baru diumumkan kalau menang dalam Pilpres, dirinya langsung menghadap Megawati untuk tidak dimasukan dalam susunan menteri. Hal yang sama juga dilakukan saat Pilkada DKI Jakarta 2017. 

"Memang kata pak Hasto (Sekjen PDIP) saya telah diminta dan jika saya berkenan," ujarnya. 

Wali Kota Surabaya ini mengaku sudah berbicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati mengenai Pilkada Jatim 2018. Ia menegaskan kepada Megawati tidak bersedia maju untuk jadi Cagub Jatim. "Bu Mega sudah setuju bukan saya," ujarnya. 

Risma mengatakan, yang dapat mengukur kemampuan seorang pemimpin adalah masyarakat. Jabatan itu tidak boleh diminta, dirinya juga tidak ingin menjadi pemimpin yang sombong. 

"Sombong banget jika seperti itu. Dikasih cobaan tsunami bisa habis kalau gitu," katanya.

Setiap informasi yang diterima Risma selalu dilaporkan kepada Megawati, seperti persoalan orang miskin dan sebagainya.

"Ibu tahu dan memahami karena saya berangkat dari sumpah," katanya. 

Pada kesempatan itu, Risma sempat berbagi pengalamannya saat memimpin Surabaya. Risma mengaku banyak hambatan yang dialami dan seringkali membuatnya menangis, misalnya karena banyak anak putus sekolah.

--- Very Herdiman

Komentar