Breaking News

REGIONAL Dorong Pemberdayaan Kube, Kemensos RI Gelontorkan Dana Rp 2,2 Miliar 27 Aug 2020 15:56

Article image
Kegiatan Bimbingan Teknis untuk penerima manfaat bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Ende. (Foto: Ist)
Amtiranmerincikan, ada 110 Kube fakir miskin yang akan menerima bantuan pemerintah.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah II, menggelontorkan anggaran senilai Rp 2.200.000.000 untuk 110 Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain disalurkan kepada 110 kelompok di Kabupaten Ende, Kemensos RI juga memberikan bantuan serupa di tiga k
Kabupaten di NTT, yakni Kabupaten Sabu Raijua (150 kelompok), Kabupaten Kupang (70 kelompok), dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (30 kelompok).

Kepala sub bidang (Kasubdin) Pendampingan dan Pemberdayaan Direktur Penanganan Sosial Wilayah II Kemensos RI, Heru Prastiono, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Ende, Sabtu (22/8/20) lalu, mengharapkan agar kucuran dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi anggota kelompok.

"Bimbingan Teknis dilakukan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat memahami pengelolaan usaha, adminstrasi, dan manajemen yang baik sehingga usaha kelompok dapat berjalan maksimal," ujar Heru.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Ende, Dikson O. Amtiran, mengatakan bahwa bantuan tersebut menyasar keluarga miskin, terutama keluarga fakir miskin yang tidak mempunyai sumber mata pencaharian.

Ia merincikan, ada 110 Kube fakir miskin yang akan menerima bantuan pemerintah.

"Masing-masing kelompok akan mendapatkan dana Rp 20 juta untuk kegiatan usaha, termasuk keluarga fakir miskin yang mengalami perubahan pendapatan dari kondisi normal menjadi kritis seperti bencana alam atau bencana sosial," terang Amtiran.

Adapun bantuan dana Rp 20 juta untuk setiap kelompok tersebut, kata Amtiran, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat guna menunjang kebutuhan dasar yakni sandang, pangan, dan papan.

"Bimtek sebenarnya untuk mewujudkan sinergisitas antara pemerintah, dunia usaha, lembaga kesejahteraan sosial dan masyarakat dalam penanganan fakir miskin melalui Bantuan Usaha Ekonomi Produktif baik perorangan, kelompok atau masyarakat," katanya.

Dorong Prosuktivitas Usaha

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Marni Kusuma, mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, karena telah mendorong pengembangan usaha kelompok di Kabupaten Ende.

"Awalnya, kita berpikir program itu akan dibatalkan karena dampak Covid. Namun akhirnya tetap direalisasi. Kita berharap agar kelompok usaha penerima bantuan dapat memanfaatkan dana tersebut secara baik guna meningkatkan produktivitas usaha," harap Marni.

"Setiap kelompok harus mampu memanfaatkan dana ini untuk memberdayakan semua potensi usaha yang ada. Pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan harus menjadi tujuan bersama," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar