Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

REGIONAL Dua Kapal Pengebom Ikan di Flores Timur Dimusnahkan 29 Aug 2017 12:20

Article image
Kapal pengebom ikan yang dimusnahkan aparat dengan cara membakar. (Foto: antara)
“Masa para pembom dikasihani terus masa depan anak cucu kita ke depan bagaimana? Karena itu kami minta Pemda agar tegas bersikap atas masalah ini. Bakar saja kapal agar mereka tidak mengebom lagi...”

FLORES TIMUR, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memusnahkan dua kapal milik nelayan daerah itu dengan cara dibakar karena melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom.

Pembakaran dua kapal bertonase antara 2-5 GT itu dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Larantuka, I Putu Gede Astawa dan disaksikan langsung Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon, Selasa (29/8/2017).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Flores Timur, Erna da Silva kepada Antara membenarkan adanya pembakaran dua kapal milik nelayan dari luar wilayah Flores Timur tersebut.

Sementara itu, kebijakan yang diambil Pemkab Flotim untuk membakar kapal-kapal nelayan dari luar daerah Flotim yang menangkap ikan di perairan Flotim dengan menggunakan bom diapreasi oleh nelayan-nelayan tradisional (lokal) di Flotim.

Salah seorang nelayan asal Desa Beloja, Kecamatan Tanjung Bunga, Lodovikus Koten mengatakan sikap yang diambil Pemerintah Daerah Flotim patut didukung dan diapresiasi.

Menurut Lodovikus, membiarkan pengebom merajalela  sama halnya dengan  membunuh masa depan anak cucu nelayan sendiri.

“Masa  para pembom dikasihani terus masa depan anak cucu kita ke depan bagaimana? Karena itu kami minta Pemda agar tegas bersikap atas masalah ini. Bakar saja kapal agar mereka tidak mengebom lagi,” kata Lodovikus, Jumat (25/08/2017) kepada Florespost.

Lodovikus meriwayatkan, pernah ada dua kapal yang dicurigai sebagai pengebom, hendak melakukan pengeboman ikan di Tanjung Bunga. Dia menambahkan, bersama teman-temannya mereka mengintai dari darat untuk menghalangi aksi pengebom tersebut.

Salah satu pengebom lanjut Lodovikus, mencoba melempari bom ke arah mereka yang pada saat itu mengintai aksi mereka (pengebom-red), para nelayan seperti yang diceritakan Lodovikus kabur ke arah Pemana, Kabupaten Sikka.

“Aksi mereka sudah meresahkan. Terumbu karang hancur, ikan kita sudah berkurang. Oleh karena itu kami mendukung penuh aksi Bupati dan Wakil Bupati untuk membakar kapal para pelaku,” ungkapnya.

Lodovikus meminta kepada pemerintah daerah Flotim agar tegas dan selalu berkoordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan serta Hakim untuk memberikan efek jera seberat-beratnya kepada pelaku pengebom.

--- Sandy Romualdus

Komentar