Breaking News

UKM Gelar Konferensi, Bekraf Akselerasi Pembentukan Ekosistem Developer Indonesia 29 Nov 2016 16:52

Article image
Press Conference penyelenggaraan Bekraf Developer Conference (BDC). (Foto: Ist)
Dengan adanya rekomendasi BDC, diharapkan pengembangan industri ekonomi digital tanah air semakin optimal dan terarah guna menghadapi berbagai tantangan regional dan global.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Dicoding Indonesia berinisiatif menggelar Bekraf Developer Conference (BDC) pada tanggal 27-28 November 2016 untuk merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam membangun ekosistem terbaik bagi developer tanah air agar bisa berkembang pesat dalam memanfaatkan potensi ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing secara berkesinambungan.

Event tersebut mempertemukan para developer, pemerintah (dari berbagai kementerian) serta perwakilan industri. Sehingga hasil rekomendasi BDC tersebut diharapkan bisa menciptakan sinergi yang kuat diantara para pemangku kepentingan dalam ekosistem pengembangan aplikasi dan games  Indonesia. Khususnya dalam mencari solusi dari sejumlah permasalahan dasar developer pemula dan merumuskan target bersama developer Indonesia dalam 10 tahun ke depan.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santoso Sungkari menjelaskan, latarbelakang kegiatan BDC ini setelah melihat animo dan kemampuan serta wawasan para developer di berbagai daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif khususnya di sektor digital. Animo itu terlihat pada roadshow Bekraf Developer Day (BDD) di Malang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar, beberapa waktu lalu yang dihadiri lebih dari 4.000 peserta.

“Jadi acara BDC ini merupakan wadah terbentuknya talenta-talenta di bidang digital yang akan melahirkan StartUp yang  menyediakan solusi-solusi,  sehingga Indonesia dapat menjadi tuan rumah di Ekonomi Digital Indonesia,” kata Hari Santoso di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Para developer yang terlibat di BDC ini terdiri dari student developer, indie developer, professional dan top developer. Mereka adalah para pemilik minimal satu aplikasi atau game di store (App Store, Play Store, Tizen Store, Windows Store dsb). Selain untuk merumuskan rekomendasi bagi pengembangan industri kreatif digital, melalui event ini, mereka bisa menjalin networking dengan pelaku industri digital lain seperti diantaranya IBM, Line, Microsoft, Samsung, Lenovo Mobile, Oppo, Nokia, Mito Mobile, Sony Mobile, dan XL.

Pada saat yang bersamaan, mereka juga bisa membangun jaringan dengan berbagai kementerian yang berkaitan dengan pengembangan industri digital seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinasi Perekonomian serta Bekraf sendiri.  Para developer bisa mencari informasi dan penjelasan seputar pengurusan hak kekayaan intelektual, akses permodalan, akses pemasaran ataupun konsultasi seputar ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebuah produk digital.

 "Salah satu luaran utama dari BDC adalah pemetaan permasalahan yang dihadapi developer di tanah air beserta rencana solusi  untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut," ungkap CEO Dicoding Narenda Wicaksono.

Dia pun berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal sinergi yang kokoh antara pemerintah, industri, dan para developer sebagai pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, dengan adanya rekomendasi BDC ini, diharapkan pengembangan industri ekonomi digital tanah air semakin optimal dan terarah guna menghadapi berbagai tantangan regional dan global.

--- Sandy Javia

Komentar