Breaking News

REGIONAL Gelar RDP Bersama Mitra, Komisi III DPRD Ende Beri Atensi pada Tiga Aspek 16 Nov 2019 17:18

Article image
Anggota Komisi III DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha. (Foto: Welano)
Komisis III DPRD Kabupaten Ende memberi perhatian serius terhadap masalah pendidikan, pelayanan kesehatan dan penanggulangan bencana daerah.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende memberi perhatian serius terhadap masalah pendidikan, pelayanan kesehatan dan penanggulangan bencana daerah.

Hal itu disampaikan saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD dengan mitra kerja Komisi III yang berlangsung di ruang gabungan Komisi DPRD Ende, Rabu (13/11/19).

Anggota Komisi III DPRD Ende, Mahmud Bento Djegha saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa beberapa poin penting yang menjadi perhatian Komisi III DPRD di bidang pendidikan yakni terkait dengan tenaga para guru yang termasuk kategori Guru Tidak Tetap (GTT).

"Pada RDP awal, kita mencatat ada 1983 tenaga GTT. Sementara pada RDP kedua, ada 1771 GTT, yang lolos verifikasi sebanyak 1310. Sedangkan pada RDP kali ini, ada 1069 tenaga GTT. Kita minta agar pemerintah memberi perhatian serius terhadap persoalan GTT ini," kata Bento.

Politisi muda Partai Demokrat ini meminta agar Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende memberikan data guru GTT beserta nama dan sekolah (by name by school).

"Hingga sekarang, kami belum mengantongi data soal tenaga guru GTT. Data harus transparan. Penting untuk melihat data agar bisa dilakukan uji petik di lapangan, tidak tumpang tindih dan bisa diawasi bersama. Pemerintah harus bijak dalam mengatasi persoalan tenaga guru GTT ini," kata Bento di hadapan sekretaris dan staf Dinas PK Ende.

Ia juga menyinggung soal Peraturan Bupati (Perbub) yang lama terkait tenaga GTT, sehingga mendorong agar segera menggunakan Perbub yang baru dalam menyikapi persoalan GTT.

Kesehatan dan Penanggulangan Bencana

Pada kesempatan yang sama, Bento juga menyinggung soal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

"BLUD memiliki peran strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama para pasien, termasuk rekomendasi untuk mendatangkan dokter ahli (dokter spesialis) sesuai standar RS Tipe C," katanya.

Bento menegaskan bahwa pasien harus sungguh dilayani dan tidak dipersulit dengan prosedur administrasi.

"Tindakan medis harus diimbangi dengan sisi kemanusiaan. Beberapa kejadian termasuk pengaduan dan keluhan keluarga pasien harus menjadi evaluasi serius. Kami juga meminta agar pemerintah segera merenovasi ruangan IGD dan fasilitas yang vital guna menjamin pelayanan kesehatan baik untuk pasien maupun keluarga pasien," sorotnya.

Selain bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan, politisi yang dikenal tampil apa adanya ini, juga mendorong upaya pencegahan dan penanggulangan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kami mendorong agar BPBD di tingkat kabupaten perlu melakukan konsultasi yang intens dengan BNPB. Harus ada upaya antisipasi anggaran baik pra-bencana maupun penanggulangan bencana. Juga harus intens melakukan survey ke titik-titik yang rawan terdampak bencana," imbuhnya.

Ia beralasan bahwa ada fase pencegahan dan penanggulangan bencana.

"Melalui konsultasi yang intens dengan BNPB, kita bisa mendapatkan sistem penanggulangan bencana yang teruji dan tepat sasaran, termasuk supply anggaran penanggulangan bencana dari BNPB Pusat," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar