Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

POLITIK Hadapi Tahun Politik, Presiden: Jangan Sampai Pecah-belah Karena Politik 10 Oct 2017 15:07

Article image
Presiden Jokowi. (Foto: Setkab.go.id)
Presiden Jokowi meminta jangan sampai terjadi grejegan (konflik) dengan tetangga gara-gara pilihan gubernur, pilihan bupati, pilihan wali kota.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Pada 2018 ini Indonesia memasuki tahun politik. Banyak kegiatan politik yang dilakukan, antara lain pemilihan kepala daerah serentak di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Hiruk pikuk kegiatan tersebut pasti akan menimbulkan gesekan.

Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak agar menjaga ketenangan, ketenteraman di kota dan kabupaten masing-masing.

“Jangan sampai kita ini gampang dikipas-kipas dipanas-panasi. Kita ini saudara semuanya, saudara se-Provinsi Jawa Tengah, saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai ada yang gampang dipanas-panasi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, yang diselenggarakan di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10) siang.

Presiden mengingatkan bahwa kontestasi politik hanya lima tahun sekali. Karena itu, dia meminta jangan sampai terjadi grejegan (konflik) dengan tetangga gara-gara pilihan gubernur, pilihan bupati, pilihan wali kota.

“Harusnya tetep rukun dengan tetangga. Harus tetap rukun dengan antar kampung, harus tetap rukun dengan saudara dan teman-temannya. Coblos. Sudah. Jangan sampai kita ini sebagai bangsa besar nanti terpecah gara-gara urusan politik,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip Setkab.go.id.

Menurut Kepala Negara, Indonesia adalah bangsa besar karena terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya, dan bahasa. Beda dengan Singapura misalnya, yang hanya memiliki empat suku. Bandingkan dengan Indonesiayang memiliki 714 suku, sementara Afghanistan hanya ada 7 suku.

“Kita 714 suku. Ini negara besar, tapi hati-hati jangan sampai ada gesekan di antara kita, ada sengketa, ada pertikaian diantara kita. Kita jaga ketenangan, kesejukan, persatuan, persaudaraan di antara kita,” pesan Presiden.

Presiden berpesan agar warga memilih pemimpin yang baik. “Pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden. Itu ya sudah, milih. Pilih pemimpin-pemimpin kita yang paling baik. Tapi jangan sampai grejegan  dengan antar kampung, jangan. Saya titip,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak menjaga keamanan dan tidak gampang terpengaruh akibat dikipas-kipas, dikompor-kompori oleh berita negatif.

“Enggak, jangan. Jangan gampang terpengaruh oleh hal-hal seperti itu,” tutur Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain : Mensesneg Pratikno, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

--- Very Herdiman

Komentar