Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

NASIONAL Ini Pesan Toleransi Obama di Kongres Diaspora Indonesia 02 Jul 2017 20:14

Article image
Mantan Presiden AS Barack Obama berpidato di Kongres Diaspora Indonesia, di Jakarta, pada Sabtu (01/07). (Foto:BBCIndonesia)
Obama menyadari gelombang anti-toleransi dan diskriminasi sedang berkembang pesat di dunia. Perkembangan teknologi dan internet disebutnya sebagai penyebab utama.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menjadi bintang utama Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (01/07). Penampilannya disambut amat meriah, apalagi ketika dia bicara tentang toleransi.

"Ayah tiri saya, dia Muslim, tapi dia hargai orang Hindu, Buddha, Kristen," kata Obama yang disambut tepuk tangan riuh dan sorak sorai sekitar 4.000 orang yang hadir, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat.

Toleransi menjadi salah satu topik utama pidato Obama lantaran di dunia dan Indonesia ada peningkatan penolakan pada kelompok minoritas, diskriminasi yang berdasarkan etnis, dan agama.

Obama bercerita, sikap toleransi yang dilihat dari ayah tirinya, Lolo Soetoro, dan berbagai pengalaman masa kecilnya di Indonesia, menjadi pelajaran berharga baginya untuk "menghargai perbedaan".

"Dan ketika melihat Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, di tengah negara Muslim, Candi Prambanan yang Hindu dan dilindungi negara Muslim, wayang kulit dan Ramayana di negara Muslim, semangat Indonesia haruslah toleransi. Dan itu juga terlihat dari gereja dan mesjid yang bersebelahan," tutur Obama yang disambut kembali dengan sorakan penonton.

Menurut Obama, toleransi merupakan semangat dan karakter paling penting dari Indonesia yang harus ditiru negara Muslim di seluruh dunia. “Bhinneka Tunggal Ika. Unity in Diversity," ujarnya.

 

Gelombang Anti-toleransi

Meskipun begitu, Obama menyadari gelombang anti-toleransi dan diskriminasi sedang berkembang pesat di dunia. Perkembangan teknologi dan internet disebutnya sebagai penyebab utama.

"Informasi instan yang menyebarkan berita buruk, membuat orang khawatir, sehingga mencari keamanan di tempat yang salah," katanya.

Hal tersebut memunculkan apa yang disebut Obama sebagai “nasionalisme yang salah”, diskriminasi terhadap “orang yang berbeda dari kita”.

"Penting sekali bagi orang Indonesia dan Amerika untuk melawan politik ‘saya’ versus ‘mereka’ itu," seru Obama.

Dia meminta anak muda Indonesia dan dunia untuk mempromosikan toleransi, karena jika tidak, dunia bisa akan berakhir dengan "perang dan hancurnya masyarakat".

Di penghujung pidatonya terkait toleransi Obama menyatakan, "Kita harus menghargai satu sama lain. Kalau kamu yakin benar pada kepercayaanmu, kamu tentunya tidak perlu khawatir dengan kepercayaan oang lain," pungkas Obama.

Pidato Obama terkait toleransi ini mendapat tanggapan positif dari penonton yang hadir.

Salah satunya dari Ayi Putri Cakrawardana, seorang diaspora Indonesia yang tinggal di Washington, Amerika Serikat. "Obama benar-benar tahu arti toleransi," tuturnya.

"Buktinya dia sendiri bilang ke Borobudur, tapi banyak orang Islam. Dan itu fakta, makanya saya agak heran mengapa kita, orang Indonesia, tidak begitu bertoleransi, padahal beliau orang luar bisa melihat itu," tutur Ayi.

Sementara itu, Aldo dari Universitas Indonesia, lebih melihat pidato toleransi Obama sebagai refleksi bagi masyarakat Indonesia.

"Karena belakangan toleransi jadi isu yang sensitif bagi kita. Dengan tadi dikasih pandangan menyeluruh oleh Obama, ini bisa jadi pandangan positif bagi kita-kita terutama yang kemarin banyak kena efek negatif, teruama terkait masalah politik yang ujungnya bawa kepercayaan masing-masing," katanya.

Baik Ayi maupun Aldo percaya bahwa toleransi harus diperjuangkan.

 

--- Very Herdiman

Komentar