Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

KEUANGAN KBRI Korsel Gandeng BNI Galakkan Program Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia 27 Aug 2017 10:58

Article image
Banking hall BNI cabang Seoul, Korea Selatan. (Foto: Ist)
Pemberdayaan TKI di Republik Korea diawali dengan sosialisasi dan dialog program pemberdayaan dihadapan 50 perwakilan komunitas Pekerja Indonesia di Korea bertempat di Kota Ansan, tempat Pekerja Indonesia berkumpul saat akhir pekan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukan komitmen untuk selalu peduli dan mensukseskan Program Pemerintah diantaranya memberikan pelayanan perbankan secara menyeluruh kepada para Pekerja Indonesia di Luar Negeri baik yang akan berangkat, sedang bekerja di luar negeri serta bagi yang telah purna TKI.

Untuk hal dimaksud bersama dengan KBRI di Seoul BNI melakukan penandatanganan kerjasama dalam Pemberdayaan tenaga kerja Indonesia khususnya di Republik Korea yang ditandatangani oleh Fuad Adriansyah dari KBRI di Seoul dengan Ibu Adi Sulistyawati Direktur BNI disaksikan oleh Bp Umar Hadi selaku Duta Besar RI di Republik Korea.

Bentuk kerjasama tersebut meliputi peningkatan dan pengembangan kemampuan dan ketrampilan melalui pelatihan wirausaha, pengembangan jaringan dan akses pembiayaan atau modal kerja. Selain itu, BNI juga akan melakukan pendampingan bidang usaha serta pengembangan kreatifitas bagi pekerja Indonesia yang akan pulang ke tanah air.

Adi sulistyawati Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI yang hadir langsung di Seoul menjelaskan bahwa BNI telah mempunyai berbagai program pemberdayaan Pekerja Indonesia di Luar Negeri yaitu mulai dari Sebelum berangkat atau Pra TKI, di Negara tujuan, dan purna TKI atau saat kembali ke tanah air.

Rangkaian kegiatan Pemberdayaan tenaga kerja Indonesia di Republik Korea diawali dengan sosialisasi dan dialog program pemberdayaan dihadapan 50 perwakilan komunitas Pekerja Indonesia di Korea bertempat di Kota Ansan, tempat Pekerja Indonesia berkumpul saat akhir pekan.

Selanjutnya pada Minggu 27 Agustus 2017 dilakukan peluncuran Kartu Pekerja Indonesia (KPI) sebagai sarana untuk memudahkan pekerja Indonesia melakukan transaksi keuangan selama di Republik Korea, hal ini sekaligus sebagai perwujudan dukungan BNI dalam menggalakkan program Inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia di Luar Negeri.

Kartu Pekerja Indonesia (KPI) merupakan kartu identitas untuk pekerja Indonesia yang berbasis Kartu Debit atau yang biasa disebut dengan Kartu ATM. KPI memiliki banyak manfaat, yaitu memudahkan para pekerja Indonesia di Luar Negeri dalam mengakses informasi terkait ketenagakerjaan serta menjadi kartu perlindungan bagi pekerja Indonesia.

Kartu yang sama juga berfungsi sebagai kartu anjungan tunai mandiri (ATM) karena diterbitkan sebagai kartu Co-Branding Berbasis Kartu Debit BNI. Sehingga pemegang KPI ini mendapatkan kemudahan bertransaksi perbankan dengan ATM BNI maupun bank lain di dalam dan luar negeri, bertransaksi dengan SMS Banking dan mobile banking, transaksi belanja di mesin electronic data capture (EDC), serta sarana kiriman uang ke Indonesia.

Direktur Hubungan Lembaga & Transaksional Perbankan BNI, Adi Sulistyowati mengatakan, saat ini BNI telah menerbitkan Kartu Pekerja Indonesia khusus untuk Tenaga Kerja Indonesia di Negara Singapura dan Hong Kong, kedepannya bersama dengan BNP2TKI, BNI akan menjadikan Kartu Pekerja Indonesia tersebut dapat di manfaatkan oleh Tenaga Kerja Indonesia di seluruh Dunia.

Manfaat dari kartu ini juga tidak hanya untuk TKI berada di Luar Negeri saja, namun juga akan bermanfaat saat TKI saat kembali ke tanah air, karena dengan telah terdaftar sebagai pemegang Kartu KPI, database TKI dimaksud secara otomatis sudah tercatat di BNI sehingga akan sangat menguntungkan karena dapat memperoleh penawaran berbagai jasa layanan perbankan lainnya sesuai dengan kebutuhan TKI dan keluarganya di Indonesia, seperti pinjaman modal kerja untuk usaha atau kredit kepemilikan rumah dengan bunga yang sangat kompetitif.

Saat ini BNI telah memiliki tujuh kantor cabang luar negeri; yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan dan Myanmar serta kantor maupun representative yang khusus melayani kebutuhan perbankan TKI, yaitu dua Limited Purpose Branch di Singapura, BNI Remittance Limited di Hong Kong dan juga Representative Remittance yang tersebar di Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Taiwan, Belanda dan Amerika Serikat.

--- Sandy Romualdus

Komentar