Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

BOLA Kletus Gabhe: Hukuman Seumur Hidup untuk Bambang Suryo Tepat 27 Dec 2018 20:06

Article image
Pelatih PS Ngada, Kletus Marselinus Gabhe. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Pria yang populer dipanggil dengan inisial BS itu dianggap bersalah karena sengaja mengajak pelatih PS Ngada Kletus Gabhe berkonspirasi mengatur pertandingan babak 32 besar Grup G Liga 3 di Kediri, November lalu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pelatih PSN Ngada, Kletus Gabhe mengapresiasi keputusan Komdis PSSI menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Manajer Tim Persekam Metro FC, Bambang Suryo. Dia menilai keputusan tersebut sudah tepat.

Komdis PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Manajer Tim Persekam Metro FC, Bambang Suryo. Pria yang populer dipanggil dengan inisial BS itu dianggap bersalah karena sengaja mengajak pelatih PS Ngada Kletus Gabhe berkonspirasi mengatur pertandingan babak 32 besar Grup G Liga 3 di Kediri, November lalu.

"Perasaan saya biasa soal hukuman BS ini. Meskipun saya sebagai whistleblower terungkapnya kasus ini ke publik. Saya hanya bisa katakan hukuman itu sudah tepat. Karena kami punya bukti rekaman percakapan telepon soal ajakan pengaturan pertandingan di Kediri lalu," tutur Kletus, sebagaimana dilansi dari bola.com, Kamis (27/12/2018).

Namun dia menilai keputusan PSSI ini sebuah langkah maju untuk serius memberangus praktik kotor di sepak bola Indonesia.  Ini  jelas sebuah langkah konkret dan kemajuan yang baik dari PSSI, dalam hal ini Komdis. Saya mengapresiasi hal ini. Semoga PSSI juga tegas dengan kasus-kasus lainnya yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya yang belum terselesaikan," ujarnya.

Kletus berharap pengungkapan kasus ini tak berhenti pada Bambang Suryo saja. "Agar tak dinilai tebang pilih, jangan hanya sampai Bambang Suryo karena masih banyak kasus yang terjadi di kasta yang lebih tinggi, sepetri Liga 1 dan Liga 2," ucapnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar