Breaking News

EKONOMI Kopdit Pintu Air Rebut Peringkat Pertama Kopdit Primer 20 Aug 2020 21:56

Article image
Kantor Pusat Kopdit Pintu Air di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. (Foto: Ekorantt.com)
"Dengan pola pikir yang baru (produktif, red), Pintu Air sesungguhnya terus berusaha menggenjot kinerja sosialnya yang bermuara pada kesejahteraan anggota," tandas Jano.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) kembali merilis peringkat Koperasi Kredit (Kopdit) berdasarkan jumlah anggota di atas 1.000 orang per Desember 2019.

Litbang Inkopdit menempatkan KSP Kopdit Pintu Air pada peringkat pertama dari 365 Kopdit primer yang memiliki anggota di atas 1.000 orang.

Sebagaimana yang dirilis majalah Pusat Informasi Credit Union (PICU) edisi Mei-Juni 2020, jumlah anggota KSP Kopdit Pintu Air mencapai 229.018 orang dengan total aset Rp 1,1 triliun per 31 Desember 2019.

Kopdit Pintu Air menggeser posisi Credit Union (CU) Lantang Tipo dari Puskopdit Borneo ke posisi kedua.

Pada tahun buku 2018, CU Lantang Tipo menempati peringkat pertama dengan anggota sebanyak 192.633 orang. Sementara pada tahun buku 2019, anggotanya naik menjadi 201.820 orang.

Sedangkan Kopdit Pintu Air, dari 186.391 anggota pada tahun buku 2018 naik menjadi 229.018 pada tahun buku 2019.

Prestasi tersebut sekaligus merupakan kado terindah bagi Kopdit yang berpusat di Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka itu pada usianya ke-25 tahun.

Sekarang, Kopdit berstatus primer nasional ini sedang menggarap dua sektor riil yakni minyak kelapa (emas hijau) dan garam (emas putih).

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih, sembari berharap prestasi itu sebagai tanggung jawab.

"Apa yang diraih ini berkat kerja sama segenap pengurus, pengawas dan tim manajemen. Kita telah mengajak banyak anggota untuk bergabung. Namun kita juga tidak boleh menelantarkan mereka. Kita punya tanggung jawab besar," ungkap Jano seperti dilansir Ekorantt.com.

Menurut Jano, definisi koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang bergabung menjadi anggota demi meningkatkan ekonomi keluarga dalam kebersamaan.

Pada prinsipnya, kata dia, Pintu Air 'sapu bersih' dan 'tidak ada sekat-sekat' dalam mengumpulkan anggota.

"Tidak hanya mempertimbangkan untung-rugi tetapi terutama memperhatikan sisi kemanusiaan. Kita mengayomi mereka yang terpinggirkan dan tertinggal. Jangan biarkan mereka terabaikan," kata Jano.

Jano menerangkan bahwa motto "koperasinya seluruh lapisan masyarakat" menjadi spirit Pintu Air dalam mengajak masyarakat untuk bergabung dalam wadah koperasi.

"Tidak ada sekat-sekat. Tua-muda, kaya-miskin, nelayan, petani, peternak, buruh, semuanya kita satukan untuk bangun kebhinekaan dalam koperasi," lanjutnya.

Usaha Produktif Anggota

Jano menggarisbawahi ikhtiar Pintu Air yakni untuk mengembang usaha produktif anggota sebagaimana yang sudah ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 27 Juli 2020 lalu.

Saat itu Jano menegaskan bahwa Pintu Air telah menghimpun ratusan ribu anggota. Sekarang mindset anggota harus diperbaharui, dari yang mental konsumtif kepada anggota yang bermental produktif.

"Dari sebelumnya bersifat wacana, namun sekarang setiap anggota diarahkan untuk mengembangkan sektor riil dan usaha produktif. Gagasan itu menemui titik terang setelah beberapa mentor menyatakan siap untuk membantu anggota kita dalam beberapa sektor," terangnya.

"Dengan pola pikir yang baru (produktif, red), Pintu Air sesungguhnya terus berusaha menggenjot kinerja sosialnya yang bermuara pada kesejahteraan anggota," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar