Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

HUKUM KPK Jadwalkan Pemeriksaan Budi Karya 13 Oct 2017 13:18

Article image
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Ant)
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Jumat (13/10/2017) mengatakan, Budi Karya akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Adiputra Kurniawan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam penyidikan perkara suap terkait pengurusan perizinan dan proyek pengadaan di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016-2017, yang menjerat Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono, beberapa waktu lalu.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Jumat (13/10/2017) mengatakan, Budi Karya akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Adiputra Kurniawan.

Selain memeriksa Menteri Perhubungan, KPK akan memeriksa tiga saksi lainnya untuk tersangka Adiputra Kurniawan dalam kasus yang sama.

Saksi yang akan diperiksa antara lain Kepala Seksi Promosi Direktorat Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Sapril Imanuel Ginting serta Komang Susyawati dan Oscar Budiono dari sektor swasta.

KPK juga akan memeriksa Adiputra Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

KPK sejak 31 Agustus 2017 telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi mencegah Oscar Budiono dan Aloys Sutarto ke luar negeri untuk kebutuhan penyidikan terhadap tersangka lainnya, yaitu Antonius Tonny Budiono.

KPK telah menetapkan mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan nonaktif Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Penyidik KPK masih menggali informasi lebih rinci mengenai indikasi suap atau gratifikasi kepada Tonny, termasuk sumber dana dan aliran dana dalam 33 tas yang disita saat penangkapan Tonny. 

Dalam operasi penangkapan Tonny di Mess Perwira Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, aparat KPK menemukan uang 479.700 dolar AS, 660.249 dolar Singapura, 15.540 poundsterling, 50.000 dong Vietnam, 4.200 euro, dan 11.212 ringgit Malaysia, dalam rupiah sekitar Rp5,7 miliar.

Uang itu diduga merupakan pemberian Adiputra kepada Tonny terkait pekerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

--- Very Herdiman

Komentar