Breaking News

KEUANGAN Lagi, BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan 22 Aug 2019 14:25

Article image
Gubernur BI dalam sebuah sesi konferensi pers di kantor pusat BI.(Foto: ist)
Penurunan suku bunga itu juga mempertimbangkan inflasi yang diperkirakan masih berada di bawah titik tengah sasaran sebesar 3,5 plus minus 1 persen.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. RDG juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. 

"Kebijakan tersebut konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran,"ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Gedung BI, Kamis, (22/8/2019).

BI memperkirakan,  sasaran inflasi 3,5 persen plus minus 1 persen akan tetap berada dalam sasaran 3 persen pada 2020.

Selain rendahnya tingkat inflasi, Perry menyatakan terdapat tiga faktor yang mendorong keputusan BI menurunkan suku bunga acuan BI, yakni kepercayaan bahwa imbal dari hasil investasi masih akan menarik meski pun suku bunga acuan BI turun.

Hal tersebut bisa diukur dari perbedaan suku bunga baik dalam riil policy rate 2,5 persen diferensialnya kemudian nominal interest rate diferensial, sedangkan terkait cover 4,16 persen, jika uncover tanpa premi risiko menjadi 5,74 persen.

Sedangkan alasan ketiga adalah untuk meningkatkan penyaluran kredit oleh pihak perbankan yang diharapkan bisa mendorong percepatan perekonomian nasional.

Perry melanjutkan, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, disertai dengan risiko kredit yang terkendali dan fungsi intermediasi yang berlanjut. Perkembangan ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Juni 2019 yang tetap tinggi yakni 22,5 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,5 persen (gross) atau 1,2 persen (net).

Sementara itu, fungsi intermediasi tetap berlanjut, meskipun pertumbuhan kredit sedikit melambat dari 11,1 persen (yoy) pada Mei 2019 menjadi 9,9 persen (yoy) pada Juni 2019.

--- Sandy Romualdus

Komentar