Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PENDIDIKAN Lawan Hoax, GMKI Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kunjungan Media 31 Aug 2017 21:03

Article image
Peserta pelatihan jurnalistik angkatan kedua GMKI. (Foto: Ist)
Sekretaris Fungsi Media, Komunikasi dan Informasi PP GMKI, Bob Simbolon mengatakan bahwa tantangan media cetak hari ini yaitu mengatisipasi isu hoax yang beredar di media sosial.

PALANGKARAYA, IndonesiaSatu.co - Berita bohong alias hoax telah mewabah di media sosial Indonesia. Ironisnya, media massa (pers) malah ikut menyebarkan bahkan memproduksi berita bohong tersebut. Hal ini tentu mengancam masyarakat dan juga media.

Untuk mencegah berita bohong tersebut, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakana Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar pelatihan jurnalistik dan kunjungan ke kantor media.

Sekretaris Umum GMKI Alan C. Singkali melalui siaran pers, Kamis (31/8/2017) mengatakan, pelatihan jurnalistik ini diikuti angkatan ke-2 periode 2016-2018. Dalam pelatihan itu, peserta melakukan kunjungan media ke kantor Kalteng Pos Group, yang merupakan media terbesar di Kalimantan Tengah pada 30 Agustus 2017. Kunjungan itu dalam rangka melihat langsung proses pembuatan berita di kamar redaksi.

“Pertemuan yang berlangsung di kantor Kalteng Pos Group tersebut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Kalteng Pos Group  Albert M. Soleh bersama anggota Redaksi lainnya dan seluruh jurnalis muda GMKI angkatan ke-2,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Albert menjelaskan bahwa Kalteng Pos Group merupakan media dengan pembaca terbanyak ke-3 di Kalimantan serta memiki peranan dalam menangkal isu-isu hoax yang beredar di media sosial.

“Dalam menangkal isu-isu hoax kami selalu mengedukasi masyarakat dan melakukan cross check ke lapangan secara langsung ke tempat kejadian dan juga memastikan ke BPOM, Dinas terkait dan pasar bahwa beras plastik adalah berita palsu,” kata Albert.

Selain itu Albert menjelaskan, selama 23 tahun berdiri, Kalteng Pos Group konsisten untuk terus mencerdaskan masyarakat melalui media cetak yaitu Kalteng Pos, Palangka Express  dan Radio KPFM 101 MHZ.

Dalam kesempatan itu, Albert juga menjelaskan rencana-rencana kerja tim redaksi Kalteng Pos mulai dari peliputan, listing, edit berita, editor bahasa, layout, pencetakan hingga distribusi.

“Untuk rencana liputan kami membahasnya pada malam hari, lalu besok pagi kami sampaikan kepada seluruh wartawan. Setelah itu seluruh wartawan mencari berita. Pada siang hari seluruh wartawan melakukan listing berita. Selanjutnya tim redaksi mulai meng-input berita, kemudian tim layout mulai melakukan penataletakan berita, lalu penyaringan berita sesuai dengan bahasa baku dan mulai masuk ke proses pencetakan hingga terakir yaitu distribusi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Jurnalis Muda GMKI angkatan ke-2 asal Samarinda Riko Samosir mengatakan bahwa kedatangan di Kalteng Pos tersebut untuk melihat secara langsung proses kerja surat kabar harian Kalteng Pos.

“Kami datang untuk mempelajari teknik menulis berita demi menangkal isu-isu hoax yang beredar, juga untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan kami dalam menjawab tantangan bangsa,” katanya.

Sekretaris Fungsi Media, Komunikasi dan Informasi PP GMKI, Bob Simbolon mengatakan bahwa tantangan media cetak hari ini yaitu mengatisipasi isu hoax yang beredar di media sosial.

“Kami berharap media hari ini ikut berpartisipasi untuk menangkal isu hoax. Kami juga membina kader-kader GMKI untuk menulis agar isu hoax dapat di tanggulangi,” pungkasnya.

Pelatihan tersebut merupakan pelatihan jurnalistik kedua yang diadakan PP GMKI masa bakti 2016-2018, setelah pelatihan pertama di Yogyakarta pada Februari lalu. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Balai Pelatihan PAUD Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya sejak 28 hingga 30 Agustus. Pesertanya berasal dari Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

 

--- Very Herdiman

Komentar