Breaking News

NASIONAL Mahfud MD: Masjid dan Pengajian di Kantor Pemerintah Tidak Boleh Kafirkan Orang Lain 25 Oct 2019 16:42

Article image
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. (Foto: ist)
Menurut Mahfud, takfiri atau sifat seorang muslim yang menganggap orang lain yang berbedaan pandangan sebagai musuh, atau kafir.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD meminta agar masjid-masjid dan pengajian di kantor pemerintahan tak membangun pertentangan dan permusuhan.

Penegasan ini disampaikan Mahfud ketika melaksanakan salat Jumat pertamanya sebagai menteri di kompleks Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

“Masjid dan pengajian di kantor-kantor itu untuk membangun persaudaraan dan kesejukan. Tidak boleh mengadu domba, tidak boleh bersifat takfiri,” tegas Mahfud.

Menurut Mahfud, takfiri atau sifat seorang muslim yang menganggap orang lain yang berbedaan pandangan sebagai musuh, atau kafir.

Indonesia yang menganut Pancasila keberagaman, kata Mahfud, harus hidup dan dijamin sepenuhnya. Masjid-masjid, kata dia, harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bibit permusuhan hanya karena perbedaan pandangan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini bercerita kini tempat ibadah termasuk masjid di kantor-kantor sudah lumrah. Tak seperti era tahun 80an yang dianggap janggal, dan kadang dianggap mengganggu karena dinilai tak sejalan dengan modernism.

Mahfud menilai kini masjid di kantor-kantor dirawat dengan baik. Begitu pula dengan aktivitas beragama.

“Saya melihat kehidupan keberagamaan di kantor-kantor itu berjalan baik.”

---Hendrik Penu

Komentar