Breaking News

REGIONAL Masyarakat Desa Hobatua-Lio Timur Aspirasikan Pemekaran Desa 24 Jun 2020 08:15

Article image
Anggota DPRD Ende dari Partai Demokrat, Mahmud Bento Djegha saat menanggapi aspirasi masyarakat saat kegiatan Reses. (Foto: Che)
"Prinsipnya, saya tidak bisa berjuang sendiri. Tentu ke depan, aspirasi ini akan membuka ruang koordinasi dan kemitraan. Juga akan diteruskan ke Lembaga DPRD untuk aspirasi yang menjadi ranah perjuangan legislatif," kata Bento.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Masyarakat Desa Hobatua, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, menyampaikan aspirasi, harapan dan kerinduan terkait pemekaran wilayah Desa yang hingga saat ini belum terealisasi.

Hal itu diutarakan masyarakat dalam sesi dialog kegiatan Reses Anggota DPRD Ende dari Partai Demokrat, Mahmud Bento Djegha yang berlangsung di Desa Hobatua, Selasa (23/6/20).

Kegiatan Reses tersebut diawali dengan pengantar singkat oleh Penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa Hobatua, Yohanes Kristoforus Bhoka.

"Hari ini kita diajak untuk membangun ruang dialog, menyampaikan usul, saran dan harapan kita kepada Anggota Dewan dari Dapil IV yang mengagendakan Reses di Desa kita. Ini merupakan agenda resmi Dewan guna mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat, untuk selanjutnya bisa diperjuangkan sesuai dengan tiga fungsi DPRD," kata Kristoforus sekaligus membuka kegiatan Reses.

Sementara dalam perkenalan dan pengantar singkatnya, Anggota DPRD Ende dari Partai Demokrat, Bento menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat.

"Inilah ruang demokrasi. Kegiatan Reses ini sebagai bagian dari agenda resmi Lembaga Legislatif guna menyerap aspirasi masyarakat untuk bisa diteruskan ke Lembaga DPRD serta diperjuangkan sesuai dengan fungsi-fungsi legislatif sebagai lembaga mitra pemerintah," kata Bento yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Ende.

Anggota Komisi III dan Anggota Badan Anggaran ini mengatakan bahwa memang tidak semua usulan dan kepentingan masyarakat diakomodir. Namun sejauh yg bisa diperjuangkan oleh Lembaga DPRD, dirinya akan perjuangkan sesuai tingkat prioritas dan urgensi dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun dinas-dinas terkait.

Aspirasi Pemekaran Desa

Dalam sesi dialog interaktif yang langsung dipandu Pjs Kristoforus, masyarakat langsung menyinggung soal wacana pemekaran Desa yang sudah berjalan beberapa tahun namun hingga kini belum terwujud.

"Kami mohon kepada Anggota Dewan yang terhormat, tolong perjuangkan aspirasi dan harapan masyarakat terkait pemekaran Desa yang hingga saat ini tidak jelas. Ini juga demi pelayanan birokrasi di tingkat Desa, mengingat akses masyarakat dari dua Dusun sangat jauh dari Kantor Desa. Kami mohon ini untuk diperjuangkan, Pak" pinta Usman.

Menanggapi hal itu, Mahmud Bento meminta perangkat Desa menyiapkan data-data administrasi agar dapat memenuhi kriteria seperti yang diamanatkan oleh UU Desa.

"Selain data-data Pemekaran yang perlu disiapkan, aspirasi ini terutama harus didukung oleh kesepahaman dan musyawarah bersama. Jangan sampai wacana ini justru karena perbedaan atau kepentingan, itu yang tidak diharapkan. Semua harus bersatu dan satu suara dalam memperjuangkan ini sehingga tidak timbul polemik di kemudian hari karena perbedaan," imbau Bento.

Selain aspirasi soal Pemekaran Desa yang hangat didiskusikan, aspirasi lain yang disuarakan masyarakat yakni persoalan rumah tak layak huni, kondisi pembangunan rumah ibadah (Masjid), persoalan Honorer Guru Tidak Tetap (GTT) untuk tingkat PAUD/TKK/SD, kebutuhan pertanian dan kelautan (tambatan perahu nelayan), infrastruktur jalan, saluran irigasi, penerangan, jaringan komunikasi (tower) serta pemerataan data bantuan sosial.

Koordinasi dan Kemitraan

Menanggapi berbagai usulan dan aspirasi masyarakat, Bento berkomitmen untuk menjalin komunikasi, koordinasi dan kemitraan dengan dinas-dinas terkait.

"Prinsipnya, saya tidak bisa berjuang sendiri. Tentu ke depan, aspirasi ini akan membuka ruang koordinasi dan kemitraan. Juga akan diteruskan ke Lembaga DPRD untuk aspirasi yang menjadi ranah perjuangan legislatif. Tentu kita tidak mungkin melangkahi regulasi, namun yang jelas ada ruang untuk diperjungkan oleh Dewan sejauh untuk kepentingan masyarakat," komit Bento.

Di sela-sela acara tersebut, salah satu Tokoh Muda Lio Timur, Eus, mengaku terkesan dan bangga dengan agenda Reses tersebut.

"Jujur, sebelumnya saya tidak begitu mengenal Anggota DPRD ini (Bento). Apalagi, sudah 5 tahun ini, belum pernah ada agenda resmi DPRD (Reses) di Desa ini. Namun, dengan agenda hari ini, ada spirit baru politik yang mencerdaskan masyarakat; bahwa kepentingan masyarakat (Dapil) menjadi panggilan politik tanpa mengutamakan basis pemilih. Ini spirit (politik) baru yang patut diapresiasi," kesan Eus.

Eus menilai, dengan komitmen politik yang dinamis seperti itu, maka politik tidak semata dipahami sebagai ajang kepentingan, melainkan sebagai jembatan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Seharusnya, masyarakat buka mata bahwa justru calon yang tidak dipilih, yang pertama datang menyerap aspirasi dan mau mendengar keluhan masyarakat. Ini atmosfer positif pencerdasan politik. Terima kasih dan apresiasi," tutup Eus.

Hadir dalam kegiatan Reses tersebut Kabag Risalah Setwan Ende, Flavianus Pi, para tokoh Agama, tokoh pemuda, dan masyarakat Desa Hobatua.

--- Guche Montero

Komentar