Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

NASIONAL Mendagri Instruksi Jajaran Bongkar Dalang Aksi Anarkistis 13 Oct 2017 11:47

Article image
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Foto: Kemendagri.go.id)
Tjahjo mengatakan, aksi rusuh di Kemendagri itu sangat mengecewakan, bahkan menampar wajahnya selaku Menteri. Padahal, perwakilan massa sudah dua kali diterima Mendagri.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menginstruksikan jajaran Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membongkar dalang aksi anarkis di Kemendagri, pada Rabu (11/10).

"Dirjen Polpum (Soedarmo) harus cari akar masalahnya, siapa yang bermain, siapa yang mendanai mereka," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Kamis (12/10).

Tjahjo mengatakan, aksi rusuh di Kemendagri itu sangat mengecewakan, bahkan menampar wajahnya selaku Menteri. Padahal, perwakilan massa yang berasal dari Kabupaten Tolikara ini sudah dua kali diterima Mendagri.

"Mereka sudah kita terima baik-baik, bahkan saya terima secara resmi di ruangan kerja bersama eselon I dan II terkait di Kemendagri," ujarnya.

Tjahjo menjelaskan, dirinya dan pihak Kemendagri telah berkali-kali memberikan pemaparan kepada para perwakilan Tolikara. Ironisnya, mereka malah berbuat brutal dan anarkis.

"Saya sudah jelaskan, Mendagri tidak bisa mengubah putusan MK dan tak bisa menarik SK lalu mengubahnya untuk menetapkan pasangan calon yang kalah. Namun mereka berpegang kalau ini bisa dilakukan," sesal Mendagri.

Menurut Tjahjo, ada indikasi masalah ini akan bermuara di Pilgub Papua pada 2018 mendatang. Karena itu, dia yakin ada pihak yang menggerakan aksi anarkistis tersebut.

"Ini simpatisan suruhan pasti di belakangnya ada yang bermain dan pasti akan terungkap. Saya pernah ke Tolikara, di sana orangnya baik-baik tidak seperti yang datang melakukan tindakan anarkis kemarin," ujarnya.

Mendagri mendorong kasus ini diselesaikan secara hukum. Sebab, ini menyangkut harga diri dan nama baik instansi Kemendagri. Padahal, mereka sudah diterima secara baik.

"Namun balasannya malah merusak kantor Kemendagri dan melukai banyak orang. Ini menyangkut kehormatan dan harga diri Kemendagri, khususnya saya," pungkasnya.

 

 

--- Very Herdiman

Komentar