Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

TRANSPORTASI Menhub Minta Operator Bandara dan Maskapai Penerbangan Utamakan Keselamatan 24 Jun 2017 00:25

Article image
Menhub memantau melalui video conference area PT Angkasa Pura II di Posko Angkutan Lebaran Terpadu, Terminal 1 B Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (23/6). (Foto: Setkab.go.id)
Menhub mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi pesawat yang delay di musim mudik Lebaran.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta operator bandara dan maskapai penerbangan untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Hal ini ditegaskan Menhub saat melakukan video conference dengan operator bandara di seluruh wilayah PT Angkasa Pura II di Posko Angkutan Lebaran Terpadu, Terminal 1 B Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (23/6/2017).

“Saya minta operator bandara dan maskapai penerbangan untuk mengutamakan safety dan security. Karena kalau safety dan security bermasalah di udara itu fatal,” ujar Menhub seperti dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub.

Hal lain yang diminta oleh Menhub adalah peningkatan pelayanan kepada penumpang. “Selain safety dan security, saya minta operator memperhatikan level of service, yaitu terkait penanggulangan delay dan kepadatan di terminal penumpang,” kata Menhub.

Menurut Menhub persoalan delay merupakan hal yang penting untuk dikelola dengan baik, karena terkait dengan pelayanan dan untuk menjaga rotasi pesawat dan awak kabin.

“Rotasi pesawat penerbangan paling akhir itu ada kemungkinan terlambat. Untuk itu, bandara kita operasikan sampai jam 12 malam. Kalau dia dikasih waktu 2 jam maka masih punya cukup waktu untuk kembali. Walaupun malam, masih bisa mendarat. Artinya rotasi pesawat dan rotasi awak kabin bisa terjaga dengan baik, besok paginya sudah zero lagi,” jelas Menhub.

Menhub mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi pesawat yang delay di musim mudik Lebaran. Pertama dengan ramp check, dengan begitu tingkat kegagalan terbang pesawat semakin berkurang.

Kedua, secara intensif menambah jam operasi bandara. Menhub mengatakan, Bandara Solo, Yogya, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Medan beroperasi sampai pukul 24.00 WIB.

“Bahkan, Dirut PT Angkasa Pura II menyampaikan semua bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II beroperasi 24 jam, kecuali Silangit yang beroperasi hanya sampai pukul 24.00 WIB,” jelas Menhub.

 

Pertumbuhan Penumpang

Selain penanganan arus mudik yang lancar dan tidak ada halangan berarti, hal lain yang menggembirakan, kata Menhub, yaitu pertumbuhan penumpang yang naik signifikan.

“Pertumbuhan penumpang di Bandara AP2 di atas rata-rata, bahkan terdapat 4 bandara di Indonesia yang pertumbuhan penumpangnya di atas 9%, yaitu Pontianak 35 persen, Pekanbaru 25 persen, Palembang 15 persen dan Halim 12 persen,” terang Menhub.

Menurut Menhub, pertumbuhan penumpang menunjukkan okupansi pesawat relatif baik. “Dapat dikatakan okupansi dari pesawat relatif baik. Katakanlah dulu okupansinya 70%, sekarang bisa 80-90%. Oleh karenanya, sekalipun ada tambahan 400 flight, saya tetap imbau operator airline untuk meningkatkan slot-slot yang sudah diminta kepada kita,” pungkas Menhub.

Turut mendampingi dalam peninjauan hari ini, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta Bagus Sunjoyo, Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto, dan beberapa perwakilan maskapai penerbangan.

--- Very Herdiman

Komentar