Breaking News

NASIONAL Minta Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja Dihapus, Perwakilan Buruh Temui Presiden Jokowi 22 Apr 2020 22:53

Article image
Massa buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) berunjuk rasa di Jalan Frontage Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/3/20). Mereka mendesak pemerintah pusat membatalkan RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) dengan D
Andi mengatakan, Presiden Jokowi pun akan menyampaikan pengumuman penting terkait omnibus law RUU Cipta Kerja. Menurutnya, pengumuman yang disampaikan Jokowi akan menentukan sikap buruh dalam menggelar demonstrasi pada Hari Buruh, tepatnya 1 Mei mendatan

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/20).

Dalam pertemuan tersebut, KSPSI meminta agar klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dihapus.

"Kami meminta kepada Presiden untuk segera mengambil langkah-langkah strategis mengenai bagaimana menghadapi gelombang PHK, dan juga banyaknya THR yang tidak dibayarkan oleh perusahaan. Ini menjadi perhatian semua. Juga mengenai alasan mengapa serikat buruh begitu keras menolak omnibus law klaster ketenagakerjaan. Itu yang kami bahas secara terbuka tadi," kata Andi usai bertemuPresiden Jokowi seperti dilansir Kompas.com.

Andi menambahkan, Presiden Jokowi mendengarkan secara seksama usulan serikat buruh yang tak menyetujui pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja diteruskan.

Ia mengatakan, Presiden Jokowi pun akan menyampaikan pengumuman penting terkait omnibus law RUU Cipta Kerja. Menurutnya, pengumuman yang disampaikan Jokowi akan menentukan sikap buruh dalam menggelar demonstrasi pada Hari Buruh, tepatnya 1 Mei mendatang.

"Kita menunggu saja pengumuman yang mungkin langsung disampaikan Presiden. Kami tidak boleh bicara di sini. Presiden akan menyampaikan langsung keputusan mengenai omnibus law," kata Andi.

--- Guche Montero

Komentar