Breaking News

BERITA Nekat Gunakan Sampan, 20 TKI Ilegal dari Malaysia Diamankan di Sumut 28 Apr 2020 21:32

Article image
Ilustrasi pengamanan TKI Ilegal dari Malaysia. (Foto: Dok. Humas Bakamla RI)
Para pekerja ilegal ini nekat menumpang sampan untuk melakukan perjalanan tidak resmi dari negeri Jiran Malaysia. Ke-20 orang tersebut terdiri dari 13 laki-laki dan 7 orang wanita termasuk satu balita perempuan.

MEDAN, IndonesiaSatu.co-- Di tengah situasi perpanjangan penutupan wilayah (Lockdown) yang diterapkan oleh Pemerintah Malaysia hingga 12 Mei mendatang akibat pandemi virus Corona (Covid-19), arus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terus menempuh jalur tidak resmi (ilegal) untuk dapat keluar dari Malaysia.

Hal ini sebagaimana terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 20 orang pekerja migran ilegal di perairan Tanjung Siapi-Api Kabupaten Asahan, Minggu (26/4/20).

Para pekerja ilegal ini nekat menumpang sampan untuk melakukan perjalanan tidak resmi dari negeri Jiran Malaysia. Ke-20 orang tersebut terdiri dari 13 laki-laki dan 7 orang wanita termasuk satu balita perempuan.

"Mereka diamankan (ditangkap, red) berdasarkan informasi dari masyarakat dan langsung kita tindak lanjuti dengan melakukan pergerakan serta pengejaran menggunakan Kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TBA I-1-61," kata Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, Minggu (20/4) seperti dilansir CNN Indonesia.

Sampan tersebut diamankan pada pukul 01.30 WIB. Selanjutnya sampan diperiksa dan digiring ke Posmat Bagan Asahan, Lanal Tanjung Balai Asahan guna diperiksa lebih lanjut.

"Setibanya di Posmat Bagan Asahan, seluruh penumpang sampan diperiksa dengan menerapkan protap pemeriksaan pada saat Pandemi Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Lanal Tanjung Balai Asahan," kata Syahrudin.

Satgas melakukan pemeriksaan kesehatan, pengukuran suhu badan dan penyemprotan cairan disinfektan kepada penumpang, barang bawaan maupun kapal yang digunakan sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona yang datang dari luar negeri.??

"Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh Tim Kesehatan Lanal Tanjung Balai Asahan serta pemeriksaan kapal. Selanjutnya para ABK dan TKI kita serahkan ke Satgas Covid-19 Kota Tanjung Balai untuk penanganan lanjutan terkait dengan pandemi virus Corona," tambahnya.??

Dari hasil pemeriksaan, didapat hasil bahwa ke-20 TKI ilegal tersebut melakukan perjalanan dari Malaysia menuju ke Kuala Leidong, Kabupaten Labura. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal mereka yakni Batubara, Langkat dan Aceh.

"Dua puluh orang tersebut kini ditangani oleh Kantor Imigrasi dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjung Balai guna dilakukan proses lanjutan dan karantina," ujar Dafris.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, mengatakan bahwa TNI AL tidak akan mengendurkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara ilegal melalui laut.

"Kita tidak akan mengambil resiko besar pada waktu seperti saat ini, apalagi penyebaran virus Corona dikhawatirkan datang dari luar negeri. Kita terus meningkatkan tugas patroli terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal," tegasnya.

Selain penyelundupan TKI ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjung Balai Asahan, juga diwaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya seperti komoditas dan narkoba.

"Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah kesekian kali mengamankan TKI yang kembali dari Malaysia dan itu selalu menjadi perhatian lebih kita akhir-akhir ini guna meningkatkan patroli," katanya.

--- Guche Montero

Komentar