Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PERDAGANGAN Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2017 Surplus US$ 1,72 Miliar 19 Sep 2017 12:25

Article image
Aktivitas terminal peti kemas. (Foto: Ist)
Secara kumulatif Januari-Agustus 2017, surplus neraca perdagangan tercatat 9,11 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkanperiode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,13 miliar dolar AS.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Bank Indonesia (BI) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Agustus 2017. Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2017 tercatat 1,72 miliar dolar AS, setelah pada Juli 2017 mencatat defisitsebesar 0,27 miliar dolar AS.

Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI melalui siaran pers yang dikutip Selasa (19/9) mengungkapkan, surplus tersebut didukung oleh peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas yang melampaui peningkatan defisit neraca perdagangan migas.

“Secara kumulatif Januari-Agustus 2017, surplus neraca perdagangan tercatat 9,11 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkanperiode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,13 miliar dolar AS,” paparnya.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2017 tercatat 2,41 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang sebesar 0,34 miliar dolar AS. Meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh ekspor nonmigas yang meningkat 1,49 miliar dolar AS (mtm), sementara impor nonmigas turun 0,58 miliar dolar AS (mtm).

Peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, mesin/peralatan listrik, perhiasan/permata, dan barang-barang rajutan. Sementara itu, penurunan impor nonmigas terutama disebabkan oleh turunnya impor kendaraan dan bagiannya, perangkat optik, kapas, pupuk, serta perhiasan/permata.

Namun neraca perdagangan migas pada Agustus 2017 mencatat defisit 0,68 miliar dolar AS, sedikit lebih besar dari 0,61 miliar dolar AS pada Agustus 2017. Peningkatan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas sebesar 0,18 miliar dolar AS (mtm), terutama impor minyak mentah, yang melebihi peningkatan ekspor migas yang sebesar 0,11 miliar dolar AS.

“Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan Agustus 2017 positif dalam mendukung kinerja perekonomian. Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan terusmembaik seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi. Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan,” jelas Agusman.

--- Sandy Romualdus

Komentar