Breaking News

BUDAYA NTT Juara Umum Parade Lagu Daerah ke-36 TMII 2019 10 Dec 2019 14:59

Article image
Penampilan tim kesenian 'Meo Lakaan' Provinsi NTT pada Parade Lagu Daerah ke-36 TMII 2019. (Foto: Sri Sugiarti)
Provinsi NTT meraih juara umum dalam event Parade Lagu Daerah ke-36 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2019.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Tim Kesenian Meo Lakaan berhasil menghantarkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih juara umum dalam event Parade Lagu Daerah ke-36 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diselenggarakan di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Sabtu (7/12/19).

Pengamat Kehormatan Parade Lagu Daerah ke-36, Bambang Parikesit, mengatakan, ajang ini sebagai sarana untuk promosi seni budaya dan memperkenalkan karya cipta musisi daerah.

"TMII memberikan ruang kreatif untuk pencipta, penyanyi dan pemusik sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap lagu-lagu daerah," ungkap Bambang seperti dilansir Cendananews.com.

Menurutnya, semua peserta tampil memukau dengan lagu khas daerahnya hingga para juri kesulitan dalam menentukan pilihan terbaik. Namun tentu dari kesemua penampil, para juri pun harus memilih yang terbaik menjadi juara umum kompetisi lagu daerah tingkat nasional yang rutin diadakan TMII setiap tahun.

“Juara umum Parade Lagu Daerah ke-36, dan berhak mendapatkan piala bergilir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, piala dan piagam TMII, serta uang pembinaan sebesar Rp15 juta dari Direktur Utama TMII, adalah Nusa Tenggara Timur,” kata Bambang saat membacakan pemenang Parade Lagu Daerah.

Kesan Bambang, parade ini sangat menarik dan tentunya managemen TMII berharap kualitas peserta ke depan lebih bagus lagi. Dia juga berharap tahun depan pesertanya akan bertambah.

“Harapan kami, semangat ini harus dipupuk dan tahun depan semua provinsi ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya bangsa,” ujar Bambang Parikesit yang juga menjabat sebagai Dewan Komisaris TMII.

Sementara Dian Hadipranowo, salah satu juri memberikan apresiasi untuk semua peserta.

Menurutnya, semua peserta sudah menjalankan apa yang diharuskan dalam kompetisi ini. Salah satunya dalam penataan musik diharuskan memasukkan unsur keroncong.

Ia menilai, ada yang sungguh memasukkan unsur keroncong dalam instrumen lain dari  masing-masing daerah. Tapi  ada yang rasanya keroncong saja tanpa melibatkan instrumen lain.

“Saya apresiasi untuk semua peserta. Karena kontes ini sesuatu yang simple, siapa pun pemenangnya harus tetap berkarya lestarikan budaya bangsa,” ujar Dian saat memberikan arahan penilaian di atas panggung.

Senada, Gilang Ramadhan, salah satu juri juga mengatakan bahwa ekspektasi kompetisi ini adalah peserta harus berfokus pada lagunya, baru kemudian ke liriknya.

“Jadi ekspektasinya lagu dulu baru lirik. Berangkat dari itu, baru ke hal lain yang juga sangat penting,” ujar Gilang saat memberikan arahan penilaian di atas panggung.

NTT juga memperoleh beberapa penghargaan dalam parade lagu daerah yang diikuti 15 provinsi dari seluruh Indonesia tersebut yakni berhasil meraih pencipta lagu terbaik, penyanyi  terbaik, dan penata musik unggulan. Atas penghargaan tersebut, NTT berhak menjadi juara.

“Senang dan bangga sekali. Tidak terbayangkan bisa raih juara umum. TMII telah memberikan ruang dan waktu untuk generasi muda NTT berkreasi menjadi yang terbaik di ajang nasional ini,” kata Kepala Seksi Kesenian Bahasa dan Sastra Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Paulina Samosir.

Makna 'Meo Lakaan'

Adapun Lagu Meo Lakaan berkisah tentang kenangan dan sanjungan untuk Mgr. Gabriel Manek, SVD yang telah mengharumkan nama Belu. Putra-putri Belu seperti Beliau, biasanya diibaratkan dengan manuaman lakaan (bahasa Tetun yang berarti: "sang jago atau ayam jantan dari Lakaan" atau gelar Timor Tengah dan Timur.

“Nama Mgr. Gabriel Manek disanjung dalam lagu ini karena jasanya. Dia laksana pahlawan 'sang jago' dari Lakaan yang berkokok dari Timur hingga ke Barat untuk mewartakan sabda dan perintah Tuhan. Berawal dari Lahurus hingga ke Larantuka dan Colorada,” jelas Paulina.

‘Meo Lakaan’ ini diciptakan oleh Tamarizky Tfuakani, dengan penataan musik nan apik oleh Agastya Rama Listya dan Yohanes Ruswanto.

Harmonisasi lagu ini didendangkan secara kolaboratif oleh generasi muda NTT yaitu Miranti Koa, Yokamina Adolfina Manuaon dan Joseph Richardo Wunda.

--- Guche Montero

Komentar