Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

KEUANGAN OJK dan BI Terus Monitor Gangguan Operasional ATM 29 Aug 2017 11:25

Article image
Galery ATM BNI. (Foto: Ist)
OJK dan Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk langkah mitigasi agar seluruh layanan perbankan segera dapat beroperasi normal sepenuhnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- OJK memastikan layanan nasabah perbankan tidak terganggu meski sejumlah jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sejumlah bank terkena dampak kerusakan satelit Telkom T-1 sejak Jumat (25 Agustus 2017).

Plt. Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo, Selasa (29/8/2017) mengatakan ATM yang terkena dampak hanya ATM yang menggunakan jaringan melalui VSAT ke satelit T-1 di beberapa daerah. Sementara jaringan kantor bank yang umumnya sudah terhubung dengan fiber optic (jaringan teristerial) tetap beroperasi dan melayani masyarakat dengan baik. “OJK dan Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk langkah mitigasi agar seluruh layanan perbankan segera dapat beroperasi normal sepenuhnya,” kata Anto.

OJK, lanjut Anto, juga meminta bank melakukan mitigasi dan komunikasi publik melalui sarana komunikasi bank yang dapat dihubungi oleh nasabahnya. “Masyarakat diminta untuk melakukan konfirmasi kepada call-center bank jika menemui kesulitan dan tidak mudah percaya dengan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Anto.

Sementara Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman mengatakan, pihak perbankan telah melakukan langkah-langkah aksi berupa proses pemulihan dalam bentuk koordinasi dengan Telkom, penyampaian informasi kepada nasabah dalam bentuk pengumuman atau website, optimalisasi call center, dan menghimbau nasabah untuk melakukan transaksi melalui ATM yang tersedia di Kantor Cabang serta memanfaatkan jaringan ATM antar bank.

"Berdasarkan informasi perbankan, sebagian ATM yang terganggu telah dapat berfungsi kembali. Diharapkan seluruh kegiatan transaksi melalui ATM dapat berfungsi kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Agusman.

Dari sisi setelmen sistem pembayaran, Bank Indonesia memastikan bahwa sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) berjalan dengan normal.

"Ke depan, BI dan OJK terus memonitor pelaksanaan proses pemulihan untuk memastikan kelancaran sistem pembayaran, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan menjaga perlindungan konsumen," katanya.

--- Sandy Romualdus

Komentar