Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

PERTAHANAN Pakai Senjata Produksi dalam Negeri, Prajurit TNI AD Pimpin Kejuaraan Tembak Internasional 26 May 2017 17:45

Article image
Prajurit TNI AD mengambil ancang-ancang menembak dalam kompetisi Australia Army Skill at Arms Meeting (AASAM). (Foto: Ist)
Hingga Rabu 24 Mei 2017, Indonesia masih bertengger di posisi puncak dalam klasemen sementara dengan perolehan medali Indonesia : 21 Emas, 4 Perak, 5 Perunggu.

MELBOURNE, IndonesiaSatu.coLagi-lagi prajurit TNI AD mengukir prestasi membanggakan di pentas dunia internasional. Prajurit Kostrad TNI AD masih mendominasi perolehan medali kejuaraan internasional dalam kompetisi Australia Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 yang berlangsung di Puckapunyal Military Area, Victoria, Melbourne, Australia.

The Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2017 telah digelar sejak 5 Mei 2017 dan berakhir pada 26 Mei 2017, di Area Militer Puckapunyal, Victoria, Australia. Kompetisi ini diikuti militer berbagai negara, termasuk Indonesia.

Data yang diperoleh IndonesiaSatu.co dari TNI AD menyebutkan, hingga Rabu 24 Mei 2017, Indonesia masih bertengger di posisi puncak dalam klasemen sementara dengan perolehan medali Indonesia : 21 Emas, 4 Perak, 5 Perunggu. Adapun tuan rumah Australia, menduduki peringkat kedua dengan perolehan Australia : 9 Emas, 13 Perak, 14 Perunggu. 

Tentu saja untuk meraih juara bertaraf dunia internasional tentu bukanlah hal yang mudah, melainkan melalui perjuangan yang berat dan butuh pengorbanan yang disertai tekad untuk selalu memberikan yang terbaik bagi TNI AD khususnya serta mengangkat citra Indonesia di mata dunia. Para petembak TNI AD harus melewati proses seleksi yang ketat yang diikuti oleh seluruh prajurit TNI AD baik yang berasal dari kesatuan Kopassus, Kostrad, maupun Kodam dengan materi-materi yang dilombakan. Selanjutnya mereka harus menjalani latihan penuh disiplin tinggi dan pembinaan fisik yang berat secara terpusat.

Sungguh hal yang luar biasa dan patut dibanggakan, para prajurit TNI AD meraih kemenangan dengan menggunakan senjata produksi dalam negeri yaitu buatan PINDAD yang berjenis SS2 V1 HB+Ampoint, Sniper AX 308, Minimi Para, GPMG MAG 58 dan Pistol G2 Elite. Banyak negara yang memiliki perusahaan senjata yang sudah modern dan berkualitas. Tetapi fakta membuktikan bahwa produksi senjata Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Indonesia mampu menjadi yang terbaik diantara 20 negara dunia yang bertanding.

Perolehan saat ini, Indonesia masih memimpin klasemen sementara pada Rabu (24/5/2017) dengan hasil:

  1. Indonesia : 21 Emas, 4 Perak, 5 Perunggu.
  2. Australia : 9 Emas, 13 Perak, 14 Perunggu.
  3. Jepang : 8 Emas, 5 Perak, 5 Perunggu.
  4. Uni Emirat Arab : 2 Emas.
  5. Anzac : 1 Emas, 2 Perak.
  6. Filipina : 2 Emas, 4 Perak, 2 Perunggu.
  7. US Army : 1 Emas.
  8. UK (INGGRIS) : 1 Perak, 2 Perunggu.
  9. Canada : 2 Perak, 4 Perunggu.
  10. Malaysia : 1 Perak, 2 Perunggu.
  11. Thailand : 1 Emas, 4 Perak, 2 Perunggu.
  12. US Marines : 2 Perunggu.
  13. Korea : 2 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu.
  14. Singapura : 2 Perak.
  15. New Zealand : 1 Perak.
  16. Kamboja : nihil.
  17. Timor Leste : nihil.
  18. Tonga : nihil.
  19. PNG : nihil.
  20. Perancis : nihil.

Situs resmi penyelenggara AASAM 2017, www.army.gov.au, mencatata tujuan diselenggarakannya AASAM adalah untuk meningkatkan kemampuan operasional prajurit Angkatan Darat melalui keterampilan peperangan yang ketat, penuh rintangan dan combat yang difokuskan pada kemampuan prajurit.

AASAM adalah keterampilan bertarung tempur pada kompetisi senjata yang mencakup sistem senjata ringan yang dipakai saat ini, yang bersaing pada tingkat individu dan unit. Adapun pelatihan ini difokuskan pada penerapan senjata yang akurat yang mendasari keberhasilan operasional dan misi.

AASAM menguji secara cermat kemampuan dan keahlian petembak yang bersaing secara individual dan berkelompok, untuk memberikan patokan (benchmark) untuk memvalidasi standar petembak, peralatan, sistem pelatihan untuk individu dan tim, yang bersaing secara internasional.

Sebelumnya, pada AASAM 2016 tahun lalu Prajurit Kostrad TNI AD juga berhasil mendominasi perolehan medali yang juga berlangsung di Puckapunyal Military Area, Victoria, Melbourne, Australia yang diselenggarakan pada 3-30 Mei 2016. Pada saat itu, kontingen TNI AD yang bertanding di Melbourne tersebut berjumlah 19 orang dengan komandan kontingen Mayor Inf. Safrudin yang menjabat sebagai Kasi Operasi Staf Operasi Divisi Infanteri 1 Kostrad.

--- Redem Kono

Komentar