Breaking News

PENDIDIKAN Pendekatan Manajemen Konflik Menurut Dr RD Rofinus Neto Wuli PR 02 Oct 2019 12:11

Article image
Dr RD Rofinus Neto Wuli PR usai mempertahankan disertasinya di hadapan sidang senat terbuka Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Selasa (1/10/2019). (Foto: Simon Leya)
Kepemimpinan yang ideal dalam menyelesaikan konflik adalah kepemimpinan pelayan melalui pendekatan kemanusiaan yang diyakini dapat menghasilkan rekonsiliasi dan damai yang berkelanjutan.

Oleh Simon Leya

 

RD ROFINUS NETO WULI, PR kini diberi otoritas untuk mencantumkan gelar doktor (Dr) di depan namanya. Doktor menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya.

Romo Rony, demikian sapaan akrabnya, sukses mempertahankan disertasinya berjudul “Manajemen Konflik Berbasis Servant Leadership Pada Ordinariatus Castrensis Indonesia” di hadapan sidang senat terbuka yang dihadiri Promotor, Co-Promotor, dan Dewan Penguji Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Selasa (1/10/2019) dengan predikat Sangat Memuaskan. Dr Rofinus Neto Wuli juga cemerlang dalam nilai akademis yang terbukti dengan raihan Indeks Prestasi (IP) 3,98.

Dr  Rofinus Neto Wuli melakukan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ethnography yang dihimpun berdasarkan observasi, wawancara dan Focus Group Discussion dengan para prajurit, perwira, purnawirawan dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan TNI/Polri beragam Katolik yang merupakan warga Ordinariatus Castrensis Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dalam perspektif warga Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), konflik adalah sebuah keniscayaan di dalam kehidupan manusia. Ditemukan beberapa klasifikasi konflik yaitu konflik: a). karena perbedaan pendapat, pandangan dan keyakinan; b). berkaitan dengan profesi dan tugas prajurit di lapangan; c). karena perbedaan minoritas dan mayoritas; d). karena ujaran kebencian; dan e). dalam rumah tangga. Ketika konflik bereskalasi kekerasan, maka konflik harus dikelola secara bijak melalui manajemen konflik.

2) Spirit pelayanan yang dihayati warga OCI bersumber pada nilai universal Kristiani seperti kasih, pelayanan, kelembutan, kebenaran, keadilan, damai sejahtera, harmoni, belarasa, dan solidaritas. Nilai-nilai ini secara efektif dapat ditransformasi anggota OCI dalam kehidupan bersama.

3) Penerapan manajemen konflik di OCI merujuk pada ajaran Katolik yang menempatkan hukum cinta kasih, persaudaraan dan pengampunan sebagai yang utama.

4) Manajemen konflik berbasis kepemimpinan pelayan sangan efektif dalam meresolusi konflik karena digerakkan oleh spirit iman yang berkualifikasi melayani dalam damai.

5) Kepemimpinan yang ideal dalam menyelesaikan konflik adalah kepemimpinan pelayan melalui pendekatan kemanusiaan yang diyakini dapat menghasilkan rekonsiliasi dan damai yang berkelanjutan.

Kebaruan penelitian ini terletak pada kepemimpinan pelayan dapat menjadi basis yang kuat dalam mengeliminasi konflik, serta memiliki elemen utama sangat penting dan strategis dalam manajemen konflik yang bermuara pada rekonsiliasi damai.

Melalui “Dinamika Manajemen Konflik Berbasis Servant Leadership” , penelitian menemukan empat tahapan me-manage konflik. Pertama, mengusahakan adanya nilai saling percaya, pengampunan, empati, dan kerendahan hati dari pihak yang berkonflik (termasuk organisasi yang sudah berbudaya damai).

Kedua, pihak yang berkonflik (juga komunitas berbudaya damai) memastikan pengampunan, saling percaya, empati dan rendah hati dilakukan secara serentak, bekerja sama, dibiasakan, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, pihak yang berkonflik menjalankan kepemimpinan pelayan dengan pendekatan kemanusiaan dapat menggerakkan pihak yang berkonflik (inspirasi dan teladan) untuk memiliki empat keutamaan tersebut.

Keempat, melakukan manajemen konflik berbasis kepemimpinan pelayan. Empat elemen utama Servant Leadership berkekuatan positif akhirnya menjadi kesatuan utuh yang mewujudkan rekonsiliasi dan damai berkelanjutan sebagai muara dari manajemen konflik.

 

Riwayat Hidup

Dr RD Rofinus Neto Wuli, PR dilahirkan di Bajawa, Flores pada 14 November 1967, anak sulung dari enam bersaudara dari pasangan bapak Antonius Wuli (alm) dan ibu Katharina Paba. Ia adalah pastor Katolik yang ditahbiskan pada 3 November 1997.

Romo Rony menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di kota kelahirannya, SDK Ngedukelu dan SMP Negeri 1 Bajawa. Sebagai calon pastor, Romo Rony menjalani pendidikan di Seminari Menengah St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko, Ngada, Flores dan Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret Maumere, Flores serta menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero (1990-1994).

Pascasarjana Magister Ilmu Pertahanan (M.Si.Han) diselesaikan di Universitas Pertahanan Indonesia (2013-2015), lulus dengan predikat Cum Laude.

Romo Rony pernah mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLVII Lemhannas RI 2012 juga lulus dengan predikat Cum Laude dan mendapatkan bintang penghargaan “Wibawa Seroja Nugraha” sebagai Lulusan Terbaik PPRA 47 Lemhannas RI oleh Gubernur Lemhannas RI (2012) serta “Yudha Buana Sastra” sebagai tesis terbaik oleh Rektor Universitas Pertahanan Indonesia (2014). Tahun 2016-2019 menempuh pendidikan doktoral (S3) Ilmu Manajemen Konsentrasi MSDM di Universitas Negeri Jakarta.

Berbagai jabatan organisasi mulai diembannya sejak mahasiswa sampai Pastor Katolik: Ketua Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero (1993-1994), Perintis dan Koordinator Wilayah Jaringan Mitra Perempuan Keuskupan Agung Ende (1999-2002), Tim Pendamping Nasional Sekretariat JMP Konferensi Waligereja Indonesia (KWI): 2000-2003, Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ngada-NTT : 2007-2009, Ketua Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Keuskupan Agung Ende (2005-2010), Wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nagekeo-NTT : 2010-2012, Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Ende (2010-2012), Koordinator Regio Nusa Tenggara-Bali: Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (2008-2011), Badan Pengurus Inti Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (BP.KKPPMP) Konferensi Waligereja Indonesia (2009-2012), Penasihat Senat PPRA XLVII T.A. 2012 – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia: Januari-oktober 2012, Badan Pengurus Ikatan Alumni Lemhannas RI-XLVII : 2012 – Sekarang, dan salah satu pendiri Indonesia Peace and Conflict Resolution Association / IPCRA (2014-sekarang).

Sekarang ini Romo Rony berkarya sebagai Pastor Bantuan Militer/Polri (Pasbanmilpol) Keuskupan TNI/Polri atau Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), Pastor Pendamping Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri seluruh Wilayah Indonesia. Mulai Januari 2016, ia juga bekerja sebagai Dosen pada prodi “Damai dan Resolusi Konflik”, Fakultas Keamanan Nasional di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan). Dan sejak awal Maret 2017 diangkat menjadi Moderator Nasional VOX Populi Institute Indonesia-mengembangkan Nilai – nilai kebangsaan.

Di samping pelayanan umat sebagai Pastor di Gereja-Gereja Paroki di Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Jakarta, dan Pelayanan Pastoral tetap pada Gereja Kristus Raja komplek Indonesia Peace and Security Center (IPSC) dan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul-Jawa Barat sejak Desember 2014, juga berkarya sebagai Dosen Sekolah Tinggi Pastoral Kupang pada Pangkalan Belajar Kelas Jauh di Bajawa-Flores, NTT : 2002 – 2005, Dosen Sekolah Tinggi Pastoral “Atma Reksa” Ende pada Pangkalan Belajar Kelas Jauh di Bajawa : 2005/2006 – 2011/2012, Pelayanan rohani pada Subdisbinrohkat Disbintal TNI AD : Januari 2014 – Sekarang, dan sebagai Guru Militer (Gumil) pada Kodiklat TNI AD (Cq. Pendidikan Perwira Rohani Katolik/Pahrokat): Juni 2015 – sekarang.

Selain itu, Romo Rony pernah mengikuti kegiatan rohani, pastoral dan kemanusiaan di luar negeri : Vatican, Italia, Monaco, Prancis, Belgia, Belanda, Kamboja, Filipina, Malaydia, Timor Leste, Papua New Guinea, Palestina, Israel, Jordania, Mesir, Korea, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Vietnam.

Beberapa publikasi yang berkaitan langsung dengan penelitian disertai: “Menjadi Agen Kasih Allah, Membawa Perdamaian Dalam Terang Spirituali Militum Curae” dimuat di Buletin PATUH-Media Komunikasi dan Informasi Umat Katolik TNI AD, Nomor: 38-2918, “Menjadi ‘Martir Pancasila’: Peran TNI Mempertahankan Keutuhan NKRI Dalam Perspektif Katolik” dimuat di PINAKA BALADIKA UTAMA-Majalah Pusat Pembinaan Mental TNI Edisi Kelimabelas/Tahun VIII/2017, “TNI, Patriot Sejati dan Agen ‘Nation Character Building’ “, dimuat di PINAKA WIRATAMA-Majalah Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat, Edisi TA. 2015, “Ketuhanan Yang Berkebudayaan: Sila Pertama Pancasila Sebagai Landasan Pembinaan Mental TNI AD”, dimuat di PINAKA WIRATAMA-Majalah Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat, Edisi TA. 2016, “SDM TNI AD Pancasilais: Manajemen Deradikalisasi Berbasis Pancasila”, dimuat di PINAKA WIRATAMA-Majalah Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat, Edisi TA. 2017.

Artikel penulis yang sudah diterbitkan di Jurnal Internasional bereputasi berjudul “Conflic Resolution Towards a Sustainable Peace: A Lesson from The Indonesian Military Ordinatiate” di Indonesia Journal of Human Resource Studies (IJHRS), ISSN 2162-3058, 2019, Vol. 9, No. 3, Aug. 15, 2019, juga artikel berjudul “Conflic Resolution Base On Servant Leadership: Case Study of Indonesian Military Ordinariate” terbit di Proceedings of 163 The IRES International Conference, Jakarta, Indonesia, 30 – 31 May, 2019.

Buku karya Romo Rony terbaru berjudul Spirit Kebangsaan Prajurit Dalam Perspektif Spirituali Militum Curae, diterbitkan Penerbit Obor Jakarta, Maret, 2019.

 

Penulis adalah Pemimpin Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar