Breaking News

NASIONAL Pengamat: Presiden Jokowi Berhak Bangga untuk Kinerja Politik Luar Negeri 23 Oct 2017 22:03

Article image
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: Setkab.go.id)
Kemenlu harus terus meningkatkan kualitas para diplomat termasuk dubes-dubesnya. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana bermain dalam dunia global yang makin kompleks.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Survei Research Center Media Grup yang dirilis beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa kinerja Kementerian Luar Negeri selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sangat memuaskan. Bahkan, kementerian yang dipimpin Retno LP Marsudi ini disebut sebagai salah satu penyumbang keberhasilan kinerja tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam penilaian tersebut Kemenlu memperoleh nilai tertinggi 100 dengan indeks 7,48.

Perolehan index kinerja yang gemilang ini tentu saja wajar jika melihat kinerja Kementerian Luar Negeri.

Dalam tiga tahun terakhir, Kemenlu menorehkan banyak prestasi di antaranya kepemimpinan di ASEAN yang tergolong sukses, penanganan kasus Rohingnya dengan diplomasi yang cukup signifikan sehingga bantuan Indonesia bisa masuk tepat ke sasaran.

Indonesia juga terlibat dalam penanganan konflik di Marawi. Perbaikan kinerja di internal Kemenlu dilakukan dengan digitalisasi berbagai proses yang membuat pelayanan Kemenlu bagi warga negara semakin cepat dan transparan, bahkan Kemenlu juga memperoleh sertifikat ISO dalam hal rekrutmen SDM.

Tidak mengherankan jika Menteri Luar Negeri memperoleh berbagai penghargaan seperti menteri yang tanggap IT dan agent of change dari PBB.

Menanggapi kinerja Kemenlu tersebut, pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam menyatakan bahwa kinerja Kemenlu di era Presiden Joko Widodo termasuk sangat baik.

“Menlu perempuan pertama ini sangat konsisten, punya keberanian dan tegas dalam mengambil sikap,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/10/2017).

“Presiden Jokowi berhak bangga dalam sektor politik luar negeri, dan ini karena kinerja Bu Retno,” kata mantan Menteri Ristek era Presiden Gus Dur ini.

Walau dinilai berhasil, pesan untuk terus meningkatkan kinerja juga disampaikan Muhammad AS Hikam.

“Kemenlu harus terus meningkatkan kualitas para diplomat termasuk dubes-dubesnya. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana bermain dalam dunia global yang makin kompleks, agar Indonesia bisa menjadi ujung tombak dalam kiprah ekonomi dan keamanan regional dan internasional,” pungkas Hikam. 

--- Very Herdiman

Komentar