Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

REGIONAL Perumahan Kaki Lima Indonesia Perdana Hadir di Boyolali 29 Aug 2017 11:53

Article image
Peletakan Batu Pertama Perumahan Kaki Lima Indonesia di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Senin, 28/08/2017)
Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia juga berencana mencanangkan perumakan khusus PKL di seluruh pulau Jawa.

BOYOLALI, IndonesiaSatu.co -- Momentum paling bersejarah untuk APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) dan bangsa Indonesia ketika merealisasikan program kerja nasional Lima Pilar Revolusi Kaki Lima Indonesia, yang salah satunya adalah Perumahan Kaki Lima Indonesia, yang pertama kali hadir di Boyolali, Jawa Tengah.

Peletakan Batu Pertama Perumahan Kaki Lima Indonesia tetapnya dilakukan di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Senin (28/08/2017).

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Batu Pertama Perumahan Kaki Lima Indonesia Boyolali Jawa Tengah Secara Resmi saya letakkan. Dengan do'a dan harapan yang sama, saya canangkan Perumahan Kaki Lima Indonesia Se Pulau Jawa," tegas Ketua Umum DPP APKLI, dr.Ali Mahsun, saat meletakkan batu pertama.

Jebolan Fakultas Kedokeran Unibraw dan FKUI memaparkan, kehadiran perumaham kaki lima ini merupakan sejarah baru di republik bahwa PKL miliki perumahan sendiri. Dia menambahkan, sejarah ini diukir di Boyolali dengan tiga makna mendasar didalamnya.

Pertama, mengingatkan kepada segenap pemimpin bangsa bahwa Pemimpin itu wajib melindungi, melayani dan memenuhi hak-hak rakyat dan bangsa Indonesia, bukan sebaliknya. Kedua, kalau di Jawa Timur, BOYOLALI itu artinya buaya yang lupa. “Ingatkan segenap pemimpin bangsa yang saat ini lupa dan sengsarakan rakyat, gadaikan bangsa negara ke asing segera taubat tempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,” pungkas Ali.

Ketiga, melalui perjalanan panjang yang berliku penuh kerikil tajam bahkan gulungan ombak dahsyat akhirnya Perumahan Kaki Lima Indonesia bisa diwujudkan atas ridho Allah pertama kali di Bumi Boyolali Jawa Tengah sebagaimana dulu Bupati Semarang pada abad XVI Ki Pandang Arang merenung di atas Batu Besar -BOYOLALI-.

"APKLI tidak ingin Rakyat dan bangsa ini sejak lahir hingga masuk liang lahat hidup di kos-kosan atau kontrakan apalagi sengsara sebagai tuna wisma. PKL dan rakyat punya hak miliki rumah sendiri. Tanah republik ini milik rakyat dan bangsa kita, bukan milik bangsa asing" imbuh dokter ahli kekebalan tubuh asli Mojokerto ini.

--- Sandy Romualdus

Komentar