Breaking News

PENDIDIKAN Pidato Nadiem Makarim: Dunia Ini Ada di Tangan Pemuda 28 Oct 2019 16:39

Article image
Mendikbud Nadiem Makarim sedang menyampaikan pidato pada upacara peringatan hari Sumpah Pemuda 2019. (Foto: Tribun News)
Satu-satunya kegagalan adalah kalau kita hanya diam di tempat. Dan satu-satunya kesuksesan adalah kalau kita terus melangkah ke depan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan pidato memukau. Pidato tersebut disampaikannya pada upacara peringatan hari Sumpah Pemuda.

Ini untuk pertama kalinya Nadiem menjadi inspektur upacara sejak menjadi Mendikbud. Mengenakan busana adat Jawa, Nadiem tampil berwibawa.

Di depan pegawai Kemendikbud, Nadiem mengatakan, kehadirannya di Kabinet Indonesia Maju merupakan bentuk keterwakilan terhadap generasi milenial.

"Izinkan saya berbicara langsung kepada generasi muda negara ini. Sebagai menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju, saya berdiri di sini mewakili generasi milenial ke bawah. Kehadiran saya di sini membuka berbagai macam kesempatan untuk generasi berikutnya. Kawan-kawan pemuda, gerbang kita telah terbuka," kata Nadiem dalam sambutannya, Senin (28/10/2019).

"Apakah ada yang memertanyakan kemampuannya dengan tanggung jawab sebesar ini? Pasti." sambung Nadiem seperti dilansir JPNN.com.

Soal bisa tidak memenuhi harapan masyarakat yang begitu tinggi kepadanya, Nadiem Makarim mengatakan, waktu bisa menjawabnya.

"Apakah saya bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi kepada saya? Waktulah yang akan menjawab. Namun, pada saat saya diberikan kesempatan dari pak presiden untuk membantu generasi berikutnya, saya tidak berpikir dua kali. Saya melangkah ke depan, apapun risikonya," tegasnya.

Nadiem mengatakan, manusia hidup dalam dunia yang bising. Banyak bisikan, godaan, dan ragam pendapat. Di dalam kegaduhan ini, kata dia sering sekali suara hati manusia terabaikan.

Namun, Nadiem yakin pemuda Indonesia sadar di hatinya masing-masing ke mana ingin melangkah. 

"Kawan-kawan pemuda, satu-satunya kegagalan adalah kalau kita hanya diam di tempat. Dan satu-satunya kesuksesan adalah kalau kita terus melangkah ke depan. Kita mungkin tersandung-sandung, kita mungkin jatuh, tapi kita tidak akan tiba di tujuan kita kalau tidak melangkah bersama," tuturnya.

Dia meminta para pemuda, jangan menunggu dunia berubah.

"Dunia ini ada di tangan pemuda. Asal kita berani melangkah, kita tak akan pernah kalah," pungkasnya. 

--- Simon Leya

Komentar