Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

INTERNASIONAL Presiden Jokowi dan Sekjen PBB Sepakat Dorong Penyelesaian Krisis di Rakhine State 14 Nov 2017 09:53

Article image
Presiden Jokowi saat mengikuti agenda KTT ke-20 ASEAN-JEPANG di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11). (Foto: Setkab.go.id)
Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh.

MANILA, IndonesiaSatu.co - Di sela-sela perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11/2017).

Di awal pertemuan, Sekjen Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

Baik Presiden Jokowi maupun Sekjen PBB Antonio Guterres memiliki kekhawatiran yang sama mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine State. Presiden dan Sekjen PBB sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaian  krisis kemanusiaan di Rakhine State.

"Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme," ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh.

"Penyelesaian MOU sangat penting artinya bagi proses repatriasi," kata Presiden Jokowi.

--- Very Herdiman

Komentar