Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

TRANSPORTASI Presiden Minta Kejar Ketertinggalan Transportasi Massal 25 Jul 2017 22:36

Article image
Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Foto:Kompas.com)
Di era persaingan global yang semakin ketat, kecepatan dan efisiensi mobilitas orang dan/atau barang menjadi sangat penting.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa dalam hal pembangunan dan transportasi massal, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lainnya.

Karena itu, saat memimpin rapat terbatas membahas tentang perkembangan pembangunan kereta cepat di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden meminta jajarannya untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

"Untuk itu dalam pembangunan transportasi massal baik berupa MRT, LRT, dan yang lain-lainnya kita harus berani mengejar ketertinggalan itu. Kita juga harus berpikir jauh ke depan karena teknologi transportasi saat ini sangat berkembang dengan cepatnya," ujar Presiden, Selasa (25/7/2017).

Pembahasan mengenai pembangunan kereta cepat sendiri dilakukan dalam sejumlah kesempatan. Sebab, pembangunan moda transportasi massal seperti kereta cepat saat ini sudah dianggap sangat mendesak.

Di era persaingan global yang semakin ketat, kecepatan dan efisiensi mobilitas orang dan/atau barang menjadi sangat penting. Untuk itulah Kepala Negara sekali lagi mengumpulkan jajarannya untuk mengetahui perkembangan kelanjutan proyek tersebut.

"Saya ingin mendapat laporan dari perkembangan di lapangan baik untuk yang Jakarta-Bandung maupun yang rencana Jakarta-Surabaya," kata Presiden sebelum mendengarkan pemaparan jajaran terkait.

 

--- Very Herdiman

Komentar