Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

TRANSPORTASI Puncak Arus Balik Idul Adha, 97.000 Kendaraan Akan Lewati Pintu Tol Cikarang Utama 03 Sep 2017 21:43

Article image
Pintu Tol Cikarang Utama. (Foto: Tempo.co)
Jojo mengatakan bahwa ada tiga skenario untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik di Cikarang Utama tersebut.

CIKARANG, IndonesiaSatu.coPuncak arus balik liburan Idul Adha diperkirakan terjadi pada Minggu (3/9). Diprediksi sebanyak 97.000 kendaraan akan melewati pintu tol Cikarang Utama.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, saat memantau langsung arus lalu lintas di pintu tol Cikarang Utama, Minggu (3/9).

"Hari ini kita mempersiapkan kemungkinan puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada hari Minggu ini. Perkiraan volumenya mencapai 97.000 kendaraan," ujar Jojo sapaan akrab Sugihardjo.

Jojo menjelaskan, angka 97.000 kendaraan berarti naik 25 persen dari hari biasa, yang berkisar 77.000 kendaraan per hari.

"Prediksi kita di atas normal, naik 20 ribu kendaraan dari 77.000 atau naik sekitar 25 persen," tambah Jojo seperti dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub.

Jojo menambahkan bahwa ada tiga skenario untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik di Cikarang Utama tersebut. 

Pertama, mengoptimalkan seluruh gardu layanan, yang totalnya 31 gardu. Hari ini, katanya, sudah dibuka 28 gardu, jadi masih tersisa 3 gardu yang akan dibuka jika padat.

“Kedua, apabila sudah dibuka 31 gardu dan ada petugas yang membantu, namun antrian kendaraannya masih cukup panjang, maka kendaraan akan melambung tidak keluar di Cikarang Utama, tapi masuknya melewati Cikarang Utama,” katanya.

Ketiga, jika masih terdapat kepadatan padahal kendaraan sudah melakukan transaksi dan terjadi antrian karen ada penyempitan setelah gardu transaksi, maka akan diberlakukan contra flow supaya volumenya sama.

Selain pengendalian di Cikarang Utama, Jojo mengatakan yang juga penting dilakukan yaitu pengendalian di Cikopo. Karena arus masuk ke gerbang Cikampek terdiri dari Cipali di utara dan Cipularang di selatan dengan masing-masing ada dua lajur. Kedua tol itu bertemu di KM 66 yang mempunyai tiga lajur sehingga ada penyempitan dari 4 lajur menjadi 3 lajur. 

"Karena itu PT Jasa Marga mengantisipasi dari KM 66 s/d KM 33 akan dibuat contraflow. Sehingga tetap 4 lajur (3+1) sehingga tidak ada penyempitan, ini juga untuk menghindari kemacetan di rest area KM 53," tutur Jojo.

Guna mengoptimalkan arus lalu lintas selama arus mudik dan balik Idul adha maka semua proyek konstruksi di jalan tol diberhentikan. 

"Jadi fenomenanya sama seperti lebaran, untuk memperlancar arus lalu lintas yang cukup padat maka pelaksanaan perkerjaan konstruksi diberhentikan sementara, jadi setelah ini Senin, (4/9) mulai kembali dikerjakan," pungkas Jojo.

--- Very Herdiman

Komentar