Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

PERDAGANGAN RI Mulai Jajaki Kesepakatan Perdagangan Bilateral dengan Inggris 20 Jun 2017 20:53

Article image
P2K2 Amerika dan Eropa saat melakukan pertemuan riset dengan berbagai lembaga think tank di Inggris. (Foto: Ist)
Indonesia perlu membuka pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan bilateral dengan Inggris (PTA/FTA) tanpa harus menunggu selesainya proses negosiasi Inggris dengan Uni Eropa.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika dan Eropa telah melakukan pertemuan riset (Policy Research Meeting – PRM) dengan berbagai lembaga think tank di Inggris.

Dalam kegiatan PRM tersebut, beberapa lembaga seperti Legatum Institute, Chatham House dan Global Counsel menyampaikan pendapat bahwa Indonesia perlu membuka pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan bilateral dengan Inggris (PTA/FTA) tanpa harus menunggu selesainya proses negosiasi Inggris dengan Uni Eropa.

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (20/6/2017), dalam proses negosiasi Brexit yang sedang berlangsung, telah ada beberapa negara membuka jalan pembicaraan informal kerja sama perdagangan dengan Inggris, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, India, Swiss, Australia, dan Selandia Baru.

Pusat P2K2 Amerika dan Eropa juga melakukan pertemuan dengan Amnesty International (AI) dalam rangka mendapatkan informasi tentang report on palm oil scandal yang ditebitkan oleh AI. Dalam kaitannya dengan masalah tersebut pula, Global Counsel menyampaikan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan menjajaki untuk memiliki framework standardisasi bagi sustainable palm oil dengan mengikuti format seperti FLEGT di sektor logging.

--- Sandy Romualdus

Komentar