Breaking News

AGAMA Rm Siprianus Hormat, Uskup Kedelapan Asal Manggarai 14 Nov 2019 11:31

Article image
Romo Siprianus Hormat, Pr. (Foto: ist)
Penahbisan terhadap Rm Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng akan berlangsung di Ruteng pada Maret 2020.

PAUS Fransiskus resmi menetapkan Romo Siprianus Hormat, Pr sebagai Uskup Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur. Romo Sipri selama ini menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Romo Sipri menggantikan Mgr. Hubertus Leteng, Pr yang resmi mengundurkan diri 11 Oktober 2017. Selama dua tahun terakhir Uskup Denpasar  Mgr. Silvester Tung Kiem San merangkap sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng.

Sebelum resmi diumumkan di Gereja Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu malam, nama Romo Sipri sudah digadang-gadang sebagai figur kuat pengganti Hubert Leteng. Media sosial di kalangan umat Katolik sudah diramaikan dengan berita terpilihnya Rm Sipri sebagai Uskup Ruteng meski pengumuman resmi belum dilakukan.

Pengumuman resmi pengangkatan Rm Sipri sebagai Uskup Ruteng yang ditandai dengan pembacaan surat Duta Besar Vatikan untuk Indonesia dilakukan Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfonsius Segar.

Rm Sipri adalah uskup yang kedelapan asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tidak hanya berkarya sebagai uskup di kampung halaman sendiri, beberapa uskup asal Manggarai lainnya berkarya di luar Keuskupan Ruteng, seperti Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Bogor, dan Keuskupan Manokwari.

Berikut ini delapan uskup asal Manggarai:

 

1. Mgr. Donatus Djagom, SVD (Uskup Agung Ende)

Mgr. Donatus lahir di Bilas, Ranggu, Kuwus, Manggarai Barat, NTT pada 10 Mei 1919. Mgr. Donatus ditunjuk oleh Paus Paulus VI sebagai Uskup Keuskupan Agung Endeh pada 19 Desember 1968 dan ditahbiskan menjadi uskup pada 11 Juni 1969. Pro-Nuncio Apostolik untuk Indonesia yang bergelar Uskup Agung Tituler Miletus, Salvatore Pappalardo bertindak sebagai Pentahbis Utama, didampingi oleh Uskup Ruteng, Mgr. Wilhelm van Bekkum, SVD dan Uskup Larantuka Mgr.  Antoine Hubert Theijssen, SVD.

Mgr. Donatus meninggal pada usia 92 tahun pada 29 November 2011 di Ndona, Ende.

 

2. Mgr Vitalis Jebarus, SVD (Uskup Ruteng dan Denpasar)

Mgr Vitalis Jebarus, SVD lahir Wangkung, Manggarai pada 26 Februari 1929. Ia ditabiskan menjadi imam pada 14 Januari 1959 di Ledalero dan kemudian berkarya di Ledalero selama 12 tahun.

Tahta Suci menunjuknya sebagai uskup Ruteng pada 17 Maret 1973 dan ditabiskan menjadi uskup pada 5 Mei 1973.Pada 4 September 1980, ia ditunjuk menjadi uskup Denpasar. Mgr Vitalis wafat pada 22 September 1998 di Jakarta.

 

3. Mgr. Eduardus Sangsun, SVD (Uskup Ruteng)

Mgr. Eduardus Sangsun, SVD lahir di Karot-Ruteng pada 14 Juni 1943. Ia ditabiskan menjadi imam pada 12 Juli 1972. Pada 3 Desember 1984, ia ditunjuk sebagai Uskup Ruteng. Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 25 Maret 1985. Mgr Edu meninggal dunia di Jakarta pada 13 Oktober 2008.

 

4. Mgr. Cosmas Michael Angkur, OFM (Uskup Bogor).

Mgr Cosmas lahir di Lewur, Kuwus, Manggarai Barat, NTT, 4 Januari 1937. Mgr. Cosmas ditahbiskan menjadi imam pada 4 Juli 1967 oleh Uskup Bogor saat itu Mgr. Paternus Nicholas Joanes Cornelius Geise, OFM, dan terpilih menjadi uskup di Keuskupan Bogor pada 10 Juni 1994.

Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada 23 Oktober 1994 oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ. Bertindak sebagai uskup ko-konsekrator, Nuncio Apostolik untuk Indonesia, Mgr. Pietro Sambi dan Uskup Bandung, Mgr. Alexander Djajasiswaja.

Mgr. Angkur pensiun sebagai Uskup Bogor pada 21 November 2013 dan kepemimpinan Keuskupan Bogor dilanjutkan oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM.

 

5. Mgr. Datus Hilarion Lega Pr (Uskup Manokwari-Sorong)

Mgr. Datus lahir di Kupang, NTT pada 21 Oktober 1956.

Ia ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 5 Juni 1984. Pada 30 Juni 2003 ia terpilih menjadi Ukup Manokwari-Sorong.

Pada 7 September 2003 ia ditahbiskan menjadi uskup oleh pendahulunya, Mgr. Franciscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm, didampingi oleh Uskup Agung Jakarata, Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ dan Uskup Agung Merauke, Jacobus Duivenvoorde, MSC.

 

6. Mgr. Hubertus Leteng Pr (Uskup Ruteng)

Mgr. Hubertus Leteng Pr lahir di Taga-Ruteng pada 1 Januari 1959. Ia ditabiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 29 Juli 1988 di Maumere.

Ia ditunjuk Vatikan menjadi Uskup Ruteng pada 7 November 2009 dan kemudian ditabiskan menjadi uskup pada 14 April 2010.

Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai uskup pada Rabu, 11 Oktober 2017. Sejak saat itu, kesukupan Ruteng dilayani Mgr Silvester San, Uskup Denpasar.

 

7. Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM (Uskup Bogor)

Mgr. Paskalis lahir di Ranggu, Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada 17 Mei 1962. Mgr. Syukur ditahbiskan menjadi imam pada 2 Februari 1991, di Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas, Jawa Barat.

Pada 21 November 2013, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Uskup Bogor, menggantikan uskup sebelumnya, Mgr. Cosmas Michael Angkur, OFM, yang memasuki usia pensiun.

Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada Sabtu, 22 Februari 2014, bertepatan dengan Pesta Takhta Santo Petrus, di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 

8. (Mgr). Siprianus Hormat, Pr (Uskup Ruteng)

Rm Siparinus Hormat lahir di Cibal, Kabupaten Manggarai pada 16 Juli 1966. Sebelum terpilih menjadi uskup, ia menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif KWI di Jakarta.

Tamat dari SDK Ri’I 1980, Sipri melanjutkan sekolahnya di SMP dan SMA di Seminari Pius XII Kisol (1980-1986).

Bercita-cita ingin menjadi imam, Sipri melamar menjadi imam projo Keuskupan Ruteng dengan mengikuti pembinaan di Seminari Tinggi Ritapiret dan belajar filsafat dan teologi di STFK Ledalero dari 1987 hingga 1995.

Ia ditahbiskan menjadi imam tahun 1995, lalu ditugaskan sebagai Ketua Komisi Kepemudahaan Keuskupan Ruteng dan menjadi pastor kapelan di Paroki Cewonikit, Ruteng hingga 1996.

Tahun 1996-1997 ia menjadi pastor pendamping para frater yang menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Maumere, Flores.

Tahun 1998 menjadia pastor rekan Paroki St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Romo Sipri menempuh studi lanjut di Universitas Lateran, Italia (Licenciat) pada 1999-2001 dan Kursus Formasi di Gregoriana (2001-2002).

Tahun 2002-2012 menjadi staf pembina Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret.

Pada saat bersamaan tahun 2003-2012 juga menjadi staf pengajar STFK Ledalero. Ia juga menjadi dosen tamu di STKIP St Paulus Rutengf (Sekarang Unika St Paulus) pada 2007-2011.

Sejak 2012 Romo Sipri hijrah ke Jakarta menjadi Sekretaris Komisi Seminari KWI dan sekrtaris hraian BKBLII KWI. Ia juga menjadi ketua UNIO Indonesia sejak 2014.

Pada November 2016, ia terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif KWI pada sidang tahunan KWI tahun 2016, menggantikan RD Edy Purwanto.

Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfonsius Segar, Pr yang dihubungi ANTARA mengatakan penahbisan terhadap Uskup Ruteng akan berlangsung di Ruteng pada Maret 2020.

"Penahbisan Romo Siprianus Hormat sebagai uskup akan dilaksanakan tiga bulan setelah pengumuman penetapan uskup terplih berlangsung," kata Romo Alfonsius Segar.

Ia mengatakan umat Katolik di wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat begitu gembira atas keputusan penetapan Romo Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng.

--- Simon Leya

Komentar