Breaking News

NASIONAL Rombak Direksi PT PLN, Menteri BUMN Sodorkan Tiga Nama ke Presiden Jokowi 10 Dec 2019 11:05

Article image
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. (Foto: ANTARA)
Menteri Erick menjelaskan, salah satu bisnis utama PLN adalah distribusi listrik, bukan membuat listrik.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan saat ini masih memproses perombakan direksi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Menurut Menteri Erick, dalam proses itu, terdapat beberapa nama yang akan mengisi kursi baru pimpinan perusahaan pelat merah itu.

Menteri Erick menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan tiga nama sebagai Direktur Utama PLN ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satunya adalah Sripeni Inten Cahyani yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Dirut PLN.

"Akhirnya, setelah di-review, barulah diperlukan figur yang besar," kata Erick Thohir di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (8/12/19) seperti dilansir Tempo.co.

Tak hanya soal mengisi pucuk pimpinan, Erick Thohir juga masih mempertimbangkan merombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan setrum negara itu. Terlebih karena PLN harus mengubah arah bisnisnya.

"Yang namanya PLN mirip dengan Pertamina. Bahwa komisaris-komisarisnya juga akan diisi dengan figur-figur yang bisa memastikan PLN ini berubah pola pikir dan model bisnisnya," ungkap Erick.

Erick menjelaskan, salah satu bisnis utama PLN adalah distribusi listrik, bukan membuat listrik. Karena dari hitungannya, jika pada 2023 kalau tidak ada investasi baru di pembangkit listrik, akan muncul masalah.

"Suka tidak suka, listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting. Apalagi nanti mobil pun pakai listrik. Bukan berarti kebijakan sebelumnya salah, bukan. Namun itu perubahan bisnis model," kata Erick.

Menurut Erick Thohir, bila tetap seperti sekarang dengan tidak mengubah pola pikir strateginya, PLN bakal terjebak.

"Bikin power plant, pertambangan, akhirnya akan berat. Padahal poin terpenting tugas PLN adalah distribusi listrik," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar