Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

NASIONAL Sejumlah Kesepakatan Presiden Jokowi dengan PM Lee 07 Sep 2017 20:33

Article image
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, Kamis (7/9/2017). (Foto: Biro Pers Istana)
Presiden Jokowi dan PM Lee juga meresmikan peluncuran Joint Stamp dan Commemorative Book Rising 50 yang menjadi tanda peringatan 50 tahun berdirinya hubungan diplomatik Singapura RI.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co - Agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/9/2017) di Singapura berlanjut ke The Istana, yang merupakan tempat tinggal dan kantor resmi Perdana Menteri Singapura. Presiden Joko Widodo yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat tua tiba di The Istana sekitar pukul 10.30 Waktu Setempat (WS).

Kedatangan Kepala Negara disambut langsung oleh Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. Sesaat setelah memasuki The Istana, Presiden Jokowi terlebih dahulu mengisi buku tamu dan berfoto bersama PM Lee.

Seperti dilaporkan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin melalui siaran pers, keduanya kemudian menuju lantai 2 The Istana guna melakukan pertemuan tete-a-tete (empat mata). Setelahnya, Presiden Jokowi dan PM Lee melanjutkan pertemuan bilateral bersama delegasi dari masing-masing negara.

Sejumlah kesepakatan kerja sama di berbagai bidang berhasil dicapai oleh kedua negara dalam pertemuan tersebut yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama. Berikut sejumlah kerja sama yang berhasail dicapai:

1. Kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasional antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung;

2. Kerja sama bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Dasar) Singapura Ng Chee Meng;

3. Kerja sama bidang pendidikan tinggi antara Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung;

4. Kerja sama pengelolaan risiko bencana antara Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Komisioner Pasukan Pertahanan Sipil Singapura Eric Yap.

Setelah menyaksikan penandatanganan kerja sama, Presiden Jokowi dan PM Lee memberikan pernyataan pers bersama.

Sebelum meresmikan peluncuran Joint Stamp dan Commemorative Book Rising 50 yang menjadi tanda peringatan 50 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara Singapura dan Indonesia, Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan PM Lee bersama Ibu Ho Ching menghadiri jamuan santap siang bersama.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Selain itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya.


--- Very Herdiman

Komentar