Breaking News

PENDIDIKAN Senat Unflor Ende Kukuhkan 768 Sarjana 13 Oct 2019 10:22

Article image
Para wisudawan-wisudawati yang lulus dengan predikat Lulusan Terbaik (Cum Laude) berpose bersama usai dikukuhkan menjadi Sarjana. (Foto: Che)
Para wisudawan diharapkan tidak menjadi beban masyarakat karena menganggur, namun harus menjadi duta yang bermartabat yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Senat Universitas Flores (Unflor) Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (12/10/19) menggelar Sidang Terbuka dengan agenda tunggal Wisuda Lulusan Semester Genap Tahun Ajaran 2018/2019 bertempat di Auditorium H. J. Gadi Djou, Unflor Ende.

Sidang Terbuka Senat yang dipimpin Rektor Unflor, Dr. Simon Sira Padji selaku Ketua Senat tersebut mengusung Tema: "Menjadi Mediator Budaya yang Unggul dan Terpercaya di Era Revolusi Industri 4.0"

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala LLDikti VIII, Prof. Dr. I. Nengah Dasi Astawa, Bupati Ende, H. Djafar Achmad, Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso, Anggota DPD RI yang juga alumni Uniflor, Angelus Wake Kako, unsur Forkopimda Ende, Ketua Yapertif, para orang tua wisudawan-wisudawati serta undangan lainnya.

Melalui Surat Keputusan Rektor tentang Penetapan Wisudawan  Lulusan Semester Genap 2018/2019 Periode Oktober 2019 yang dibacakan Kepala Biro Administrasi Akademik, terdaftar 768 wisudawan lulusan sarjana dari enam Fakultas. 

Rinciannya, lulusan Fakultas Ekonomi 165 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 512 orang, Fakultas Sastra Inggris 12 orang, Fakultas Pertanian 29 orang, Fakultas Teknik 39 orang, dan Fakultas Hukum 31 orang.

Kepala LLDikti VIII, Dasi Astawa dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap kiprah Unflor yang terus meningkatkan kualitas, baik lembaga maupun lulusannya.

“Saya doakan agar adik-adik sukses karena kalian sudah Sarjana. Ciptakan lapangan pekerjaan, jangan terlalu berharap dan bermimpi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena masih banyak yang kini antre untuk itu," ungkapnya.

Dasi Astawa berpesan agar para wisudawan tidak menjadi beban masyarakat karena menganggur. Namun harus menjadi duta yang bermartabat yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Menjadi Mediator Budaya

Rektor Unflor, Dr. Simon Sira Padji dalam sapaan peneguhan berharap agar para wisudawan dapat menjadi mediator budaya sambil memberi pelayanan di tempat pengabdian mereka masing-masing.

"Selamat atas kesuksesan baik wisudawan, para orang tua dan semua pihak yang telah mengambil bagian bersama Unflor dalam mendukung dan menyukseskan wisuda kali ini" katanya.

Rektor juga berpesan agar para wisudawan mampu menjadi sarjana yang siap bersaing menghadapi era revelosi industri 4.0.

“Adik-adik harus berusaha dan siap bersaing dengan tuntutan situasi dewasa ini. Kalian harus bisa menghasilkan inovasi sendiri dan tidak menolak perubahan yang terjadi dan tidak terlalu berpegang pada kebijakan lokal,” pesan Dr. Simon.

Menurutnya, kaum akademik harus mampu menyerap apa yang ada dari luar dan tetap berusaha mengangkat apa yang ada dalam masyarakat.

"Doa almamater selalu ada, pintu almamater terbuka jika ingin berkomunikasi dengan almamater,” motivasinya.

Perguruan Tinggi Klaster Ketiga

Sementara Ketua Yayasan Unflor, Dr. Lorensius Gadi Djou mengatakan, masih banyak yang harus dibenahi di lembaga pendidikan ini.

Meski demikian, Lorry juga bersyukur karena tahun ini Unflor naik status dari Perguruan Tinggi klaster keempat ke klaster ketiga. 

"Ini karena sudah banyak dosen dan pegawai yang sudah melakukan banyak penelitian. Semoga tahun depan kita dapat meningkat lagi karena sekarang para dosen masih konsen mengajar. Kerja keras Yayasan akan terus dilakukan untuk meraih klaster di atasnya,” kata Lorry.

Apresiasi yang sama diungkapkan Bupati Ende, H. Djafar H. Achmad kepada para wisudawan, orang tua dan lembaga pendidikan yang sudah menghasilkan lulusan sarjana.

"Hal ini menjadi bukti bahwa Perguruan Tinggi mampu menghasilkan tenaga terdidik, siap pakai dan siap berkompetisi di dunia kerja. Begitu juga dengan keluarga, sebagai bukti berhasil mengantar anaknya menempuh pendidikan tinggi,” kata Bupati Djafar.

Bupati berpesan agar Unflor secara lembaga lebih memacu semangat dalam menghadapi tantangan yang semakin besar dan semakin kompetitif.

"Diharapkan agar Unflor bukan saja menciptakan sarjana, namun bisa menawarkan para lulusan ke tengah masyarakat di pasaran kerja. Apresiasi dan terima kasih kepada Unflor dan Yayasan atas kerja sama membangun kabupaten Ende selama ini," salutnya.

Bupati kembali menegaskan bahwa para wisudawan tidak menjadi beban masyarakat, namun menjadi bagian dalam membangun masyarakat, khususnya di Kabupaten Ende.

Disaksikan media ini, seluruh rangkaian acara wisuda disuguhkan dengan nuansa budaya khas daerah Nagekeo, sejak tarian penyambutan para wisudawan maupun busana adat Nagekeo. 

--- Guche Montero

Komentar