Breaking News

INTERNASIONAL Soal Demo George Floyd, Obama: AS Terbentuk dari Sebuah Protes 06 Jun 2020 00:26

Article image
Aksi demonstrasi menentang rasisme, buntut dari kematian warga kulit hitam AS asal Minneapolis, George Floyd. (Foto: AFP)
"Saya berharap semua anak muda yang telah terinspirasi dan terlibat, mereka akan terus melakukannya," ungkap Obama.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co-- Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan bahwa Negeri Paman Sam terbentuk dari sebuah protes kepada pengkritik dan orang yang khawatir terkait demonstrasi anti-rasisme dalam sembilan hari terakhir.

Demo tersebut dipicu oleh kematian warga kulit hitam AS asal Minneapolis, George Floyd pada 25 Mei lalu karena kehabisan napas usai lehernya ditekan dengan lutut oleh seorang petugas polisi yang tengah menangkapnya.

Kematian Floyd dinilai menjadi puncak amarah warga Amerika terkait diskriminasi dan sikap rasisme yang sistematis, terutama terhadap perlakuan aparat kepada warga kulit hitam dan minoritas.

Obama menyatakan dukungannya kepada para pemrotes untuk berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka secara damai.

"Dan bagi mereka yang telah berkomentar tentang protes ini, ingatlah, negara ini didirikan berdasarkan protes. Ini disebut revolusi Amerika," kata Obama dalam sebuah video berisikan tanggapannya terkait demonstrasi pada Rabu (4/6/20).

"Dan setiap langkah kemajuan di negara ini, setiap kebebasan, setiap ekspresi dari cita-cita kita yang terdalam, telah dimenangkan melalui upaya yang membuat status quo tidak nyaman. Kita semua harus berterima kasih kepada orang-orang yang bersedia dengan cara damai dan disiplin berada di luar sana membuat perubahan," paparnya.

Kepada para demonstran, Obama menyerukan agar mereka tetap berjalan dan tetap berharap.

"Ini adalah momen dan kita memiliki momen seperti ini sebelumnya, di mana orang-orang akan menaruh perhatian. Dan itu tidak berarti bahwa semuanya akan selesai. Jadi jangan berkecil hati karena ini adalah lari maraton bukan lari cepat," ujar Obama seperti dilansir CNN.

"Saya berharap semua anak muda yang telah terinspirasi dan terlibat, mereka akan terus melakukannya," tambahnya.

Dalam video itu, pendahulu Presiden Donald Trump itu juga mengungkapkan bahwa warga minoritas dan kulit hitam di AS terlalu sering menghadapi diskriminasi hingga kekerasan karena sikap rasial.

"Terlalu sering dari kekerasan-kekerasan rasial itu dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya melayani dan melindungi Anda semua," ucap Obama.

Dalam kesempatan itu, Obama juga menyerukan seluruh Walikota dan Gubernur negara bagian untuk meninjau kembali kebijakan pengerahan aparat dalam menangani demonstrasi.

Ia bahkan marah dengan tindakan kepolisian yang menggunakan gas air mata dan cairan kimia lainnya dalam menghadapi pengunjuk rasa.

--- Guche Montero

Komentar