Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

FILM Streaming Hulu Buat Sejarah Pemenang Emmy Award 19 Sep 2017 10:43

Article image
Platform digital pertama yang memenangI penghargaan serial teratas dengan kisah "The Handmaids Tale." (Foto: Ist)
Serial dari Hulu yang diadaptasi dari buku Margaret Atwood pada 1985 memenangi drama terbaik, yang merupakan penghargaan paling bergengsi dan tujuh penghargaan lainnya termasuk aktris drama terbaik untuk Elisabeth Moss.

LOS ANGELES, IndonesiaSatu.co -- Layanan "streaming" Hulu membuat sejarah Emmy Award pada Minggu (17/9) dengan menjadi platform digital pertama yang memenangI penghargaan serial teratas dengan kisah "The Handmaids Tale."

Serial dari Hulu yang diadaptasi dari buku Margaret Atwood pada 1985 memenangi drama terbaik, yang merupakan penghargaan paling bergengsi dan tujuh penghargaan lainnya termasuk aktris drama terbaik untuk Elisabeth Moss.

Pengakuan atas penghargaan tertinggi pertelevisian merupakan momen kebangkitan bagi Hulu, yang kalah bersaing dengan Netflix Inc dan Amazon.com yang mengalahkan layanan streaming milik perusahaan media Hollywood tradisional. "Handmaids Tale" mengalahkan film thriller supranatural Netflix "Stranger Things," NBC "This is Us" dan lain-lain.

"Handmaids Tale" telah menarik lebih banyak pelanggan baru ke Hulu dibandingkan serial orisinal maupun serial terbaru, demikian Hulu di sebuah acara Televisi Critics Association pada Juli.

Penciptanya mengatakan bahwa Hulu menuai penghargaannya dengan mengambil sebuah proposal berisiko.

Penulis Bruce Miller memuji Hulu dengan mendukung serial kontroversial tentang sebuah masyarakat di mana wanita dipaksa terjun dala perbudakan seksual. Hulu dimiliki oleh perusahaan media tradisional Walt Disney Co, 21st Century Fox, Comcast Corp dan Time Warner.

"Ada kalanya saya mempresentasikan sesuatu atau mengemukakan sesuatu beberapa kali," Miller mengatakan kepada wartawan di belakang panggung, "dan saya yakin mereka akan mengatakan bahwa tidak mungkin Anda dapat melakukannya di televisi."

"Mereka selalu antusias dan memberi semangat," tambahnya. "Ini bukan pertunjukan yang mudah dibuat. Ini sesuatu yang sulit. Mereka berani dan berkomitmen untuk membuat buku menjadi acara televisi," ungkap Miller dilansir Reuters.

--- Sandy Romualdus

Komentar