Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

HANKAM Sukmawati Apresiasi Akademi Bela Negara Partai Nasdem 29 Aug 2017 10:02

Article image
Sukmawati Soekarnoputri dan rombongan saat diterima Gubernur ABN IGM Manila dan jajaran, di Kampus ABN, Jakarta Selatan. (Foto: Ist)
Saat ini angkatan pertama ABN berjumlah 500 mahasiswa, yang rata-rata berijazah S1.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Sukmawati Soekarnoputri melakukan silaturahmi dengan Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem IGK. Manila di Jalan Pancoran Timur II, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB, Senin (28/8/2017).

Dalam kunjungan selaturahmi itu Sukmawati didampingi fungsionaris Partai PNI Marhaenis Ibnu Prakoso, Koordinator TPDI Petrus Selestinus, aktivis HAM Witaryono Reksoprojo dan sejumlah tokoh lain.

Ketika tiba di Kampus ABN Nasdem, putri proklamator Bung Karno ini disambut hangat oleh Gubernur ABN I.G.K. Manila dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Nining Indra Shaleh, Deputi Gubernur ABN Daminaus Bilo, Ketua Bantuan Hukum DPP Partai Nasdem Hermawi Taslim, dan sejumlah Deputi ABN Partai Nasdem lainya.

Penasihat Hukum Sukmawati Soekarnoputri Petrus Selestinus mengatakan, kujungan silaturahmi ini dalam rangka mengapresiasi pendirian Akademi Bela Negara Partai Nasdem dan  ingin menyamakan persepsi tentang perjuangan Bela Negara versi ABN Partai Nasdem dengan perjuangan Bela Negara yang dipahami oleh kebanyakan orang yang tersebar di berbagai kelompok partai politik dan Ormas.

“Dalam silaturahmi itu Gubernur ABN IGK. Manila menjelaskan sejarah dan latar belakang pendirian ABN serta semangat bela negara yang muncul dari ide Surya Paloh, setelah mencermati gejala dekadensi nasionalisme, toleransi dan patriotisme di kalangan masyarakat pasca reformasi,” ujarnya. 

IGK. Manila menyatakan 10 bulan yang lalu dirinya dipanggil Surya Paloh memintanya agar segera merumuskan kurikulum ABN dan menyiapkan pembangunan Gedung Kampus ABN Partai Nasdem di atas tanah 4000 M2 di Pancoran, Jakarta Selatan, sebagai wujud tanggung jawab sosial politik Nasdem kepada bangsa.

Manila menjelaskan, saat ini angkatan pertama ABN berjumlah 500 mahasiswa, yang rata-rata berijazah S1. Mereka mengikuti program studi selama 4 bulan dan dipersiapkan sebagai kader partai yang akan menularkan upaya Bela Negara di tengah masyarakat.

Pada kesempatan silaturahmi itu, Manila mengajak Sukmawati untuk bertemu dengan 500 Mahasiswa dan memberikan semangat. Manila meminta kesediaan Sukmawati untuk mengisi Kuliah Umum kepada para Mahasiswa tentang sejarah perjuangan para pahlawan bangsa mendirikan negara.

 

Apresiasi Partai Nasdem

Sukmawati menyatakan sangat menghargai upaya Partai Nasdem mendirikan ABN. Pasalnya, sebagai partai baru, Nasdem berani memelopori berdirinya Akademi Bela Negara sebagai wujud tanggung jawab partai untuk bela negara.

“Momentum pendirian ABN sangat tepat karena Indonesia sedang menghadapi dekadensi nasionalisme dan patriotisme secara masif, sementara partisipasi masyarakat untuk mengembalikan nasionalisme dan patriotisme yang sedang merosot tajam belum nampak dari komponen bangsa Indonesia yang ada di tengah masyarakat,” kata Sukmawati.

Petrus mengatakan, selama ini muncul persepsi yang salah tentang bela negara, karena seolah-olah hal itu merupakan tugas pemerintah saja. “Padahal di dalam Konstitusi UUD 1945, persoalan bela negara menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara untuk melindungi segenap warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia,” kata Petrus. 

Pertahanan Negara pada hakikatnya merupakan upaya pertahanan yang bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.

“Karena itu, upaya bela negara yang sudah dilakukan oleh Partai Nasdem harus mampu mendorong sebanyak-banyaknya pihak masyarakat melakukan upaya bela negara sesuai dengan semangat Pembukaan UUD 1945 dan UUD’45, tentu saja dalam bentuk pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi,” pungkasnya.

 

--- Very Herdiman

Komentar