Breaking News

AGAMA Tahbiskan Tujuh Imam-Misionaris SVD, Uskup Larantuka: "Melayani Umat adalah Kewajiban Imamat!" 08 Oct 2019 00:12

Article image
Uskup Larantuka berpose bersama ketujuh imam dan misionaris SVD yang baru ditahbiskan. (Foto: Dok. Seminari Ledalero)
"Seorang imam dan misionaris, setelah ditahbiskan, wajib melayani umat untuk keselamatan mereka," Pesan Uskup Fransiskus.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr, Sabtu (5/10/19) menahbiskan tujuh Diakon Serikat Sabda Allah (SVD) menjadi Imam dan Misionaris Gereja Katolik.

Perayaan Ekaristi dengan tema "Kamu Harus Memberi Mereka Makan" ini berlangsung di Aula Santo Thomas Aquinas, Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketujuh Diakon yang menerima urapan sakramen Imamat itu yakni RP Bernardus Mikhael Emi, SVD; RP Ebang Rebon Yos Angelikus, SVD; RP Ebot Yulius Kristianto, SVD; RP Lehan Tommy Nofrianto, SVD; RP Serundi Aventinus, SVD; RP Tober Prudensius, SVD dan RP Ubaama Moron Aloysius, SVD.

Perayaan Ekaristi penthabisan yang berlangsung meriah ini dihadiri puluhan imam konselebrantes, para biarawan-biarawati dan ratusan umat Gereja Katolik.

Uskup Fransiskus dalam kotbahnya berpesan kepada para Diakon yang ditahbiskan itu agar Tema perayaan ekaristi yang diambil dari perintah Yesus kepada murid-murid-Nya dalam Injil Lukas 9:13 tersebut bersifat wajib. Oleh karena itu, tidak boleh diabaikan dengan alasan apa pun.

“Berhadapan dengan realitas kehidupan orang banyak yang kelaparan dan membutuhkan makan, perintah Yesus ini adalah sebuah perintah yang harus (wajib) dilaksanakan. Tidak boleh diabaikan dengan alasan apa pun,” pesan Uskup.

Seorang imam dan misionaris, demikian Uskup Fransiskus, setelah ditahbiskan, wajib melayani umat untuk keselamatan mereka. Keselamatan umat merupakan kewajiban imamat dan prioritas utama kehidupan seorang imam.

Pada kesempatan yang sama, ketujuh imam yang baru ditahbiskan ini langsung mendapat tugas sebagai misionaris Serikat Sabda Allah di enam negara berbeda yaitu Portugal, Inggris, Australia, Brasil, Belanda dan Indonesia (dua orang).

Dalam kata sambutan mewakili para imam baru, RP Bernardus Mikhael Emi, SVD menyampaikan syukur atas segala bentuk dukungan sehingga mereka dapat melalui setiap proses panggilan hingga ditahbiskan menjadi imam dan misionaris SVD.

"Apa yang kami terima hari ini berkat rahmat dan penyelenggaraan Tuhan sendiri, serta dukungan dari berbagai pihak yang dengan caranya telah meneguhkan jalan panggilan kami. Ini adalah titik awal untuk tugas pelayanan sebagai misionaris di tempat tugas kami masing-masing. Dukungan dan kami semua harapkan agar, kami tetap setia pada jalan panggilan imamat kami hingga kekal," kata Pastor Mici Emi.

Sementara kepada media ini, RP Ubaama Moron Aloysius, SVD yang mendapat tugas (benuming) di Negera Belanda mengaku sebagai misionaris SVD, spiritualitas Bapa Pendiri Serikat, Santo Arnoldus Janssen, selalu menjadi inspirasi bagi jalan panggilan imamatnya.

"Sebagai misionaris baru di tempat misi yang baru, tentu ada banyak tantangan dan pengalaman. Setiap pilihan hidup tentu ada resiko, termasuk jalan panggilan imamat. Namun saya percaya, doa dan dukungan dari umat sekalian menjadi kekuatan yang selalu meneguhkan jalan panggilan ini. Demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat manusia, tugas ini adalah pilihan nurani, apa pun resikonya," yakin Pater Asis yang pernah menjalani praktek Diakonat di Paroki Hati Amat Kudus Yesus Wolowaru ini. 

--- Guche Montero

Komentar