Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

HUKUM Terkait Laporan Brigjen Aris, Polda Metro Belum Berencana Periksa Pimpinan KPK 07 Sep 2017 17:50

Article image
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan. (Foto: Jawa Pos)
Polda Metro Jaya baru memeriksa beberapa pegawai KPK yang mengetahui Novel mengirim surat elektronik yang diduga menyudutkan Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Polda Metro Jaya belum berencana memeriksa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait laporan Direktur Penyidikan (Dirdik) Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kami yang terkait hal itu akan melihat sejauh mana saksi yang dibutuhkan. Apakah perlu atau tidak mengundang ambil keterangan pimpinan KPK," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan di Jakarta, Kamis (7/9).

Sejauh ini, Adi mengatakan penyidik Polda Metro Jaya baru memeriksa beberapa pegawai KPK yang mengetahui Novel mengirim surat elektronik yang diduga menyudutkan Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman.

Adi menuturkan pemeriksaan terhadap pegawai KPK itu untuk menggali keterangan terkait pengiriman surat elektronik tersebut.

Beberapa saksi itu diduga menerima tembusan surat elektronik yang dikirim Novel sehingga dituduh mencemarkan nama baik Aris Budiman.

Berdasarkan dokumen yang diserahkan Aris Budiman, Adi menyebutkan surat elektronik itu ditembuskan juga ke wadah pegawai KPK. "Wadah ini kami belum tahu berapa banyak," ujar Adi.

Adi mengatakan penyidik telah menyimpulkan dugaan unsur tindak pidana yang diterima Aris Budiman terkait pengiriman surat elektronik tersebut.

Sebelumnya, Dirdik KPK Brigjen Polisi Aris Budiman melaporkan Novel berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP 3937/VIII/2017/PMJ/Ditkrimsus tertanggal 21 Agustus 2017 terkait dugaan pencemaran nama baik melalui surat elektronik.

Surat elektronik itu diduga berisi ungkapan Novel yang menyebutkan Aris Budiman sebagai Dirdik KPK terburuk sepanjang sejarah dan tidak berintegritas.

Penyidik Polda Metro Jaya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada kejaksaan namun status Novel masih sebagai saksi terlapor.

 

--- Very Herdiman

Komentar