Breaking News

HUKUM Tindaklanjuti Kasus Ujaran Kebencian, Polres Ngada Resmi Gelar BAP 23 Aug 2020 13:21

Article image
Kapolres Ngada, AKBP. Rio Cahyowidi, S.I.K,M.IK. (Foto: kupang-tribunnews.com)
"Prinsipnya kita selalu kooperatif mengikuti setiap proses dan mekanisme hukum di Polres Ngada hingga titik penyelesaian," komit Gabriel.

BAJAWA, IndonesiaSatu.co-- Kepolisian Resor (Polres) Ngada, Sabtu (22/8/20), resmi menggelar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial Facebook yang dilaporkan oleh pemilik Toko Aneka Jaya Bajawa, Eufrasia S. Say pada 13 Agustus lalu.

Acara BAP dimaksud sebagai tindaklanjut dari Surat Undangan Klarifikasi dengan Nomor: B/782/VIII/Res.1.14/2020/Tipidter oleh Polres Ngada melalui Kasat Reskrim selaku Penyidik, Anggoro C. Wibowo, S.I.K, Selasa (19/8/20).

Surat tersebut ditujukan kepada Sdra. Eufrasia Sito Lay dan Sdra. Priska Idi guna memberikan keterangan di ruangan Unit Idik II (Pidsus) Satuan Reskrim Polres Ngada.

Saat dikonfirmasi media ini, Eufrasia Say membenarkan bahwa dirinya sebagai pelapor dan Priska Idi selaku saksi dalam perkara tersebut, telah memberikan keterangan kepada pihak penyidik Polres Ngada terkait kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook oleh akun Juand Fernando Mmc.

"Saya menerangkan dari kronologi kejadian, langkah persuasif yang saya tawarkan kepada pelaku, hingga akhirnya upaya hukum ini. Karena tidak ada niat baik dari pelaku selama beberapa hari guna bertemu langsung dan menjelaskan maksud komentar (postingan) bernada rasis dan fitnah, maka dengan bukti yang ada (screenshoot), kami menempuh jalur hukum," kata Eufrasia.

Ia mengaku hampir 2 jam dirinya memberikan keterangan dan mengapresiasi Polres Ngada yang sudah menindaklanjuti laporannya.

Meski demikian, pihak Polres Ngada masih memberikan kesempatan untuk menempuh jalan persuasif terhadap persoalan tersebut sebelum diteruskan proses hukumnya.

"Karena ini sudah masuk ke ranah hukum, maka pertimbangan selanjutnya saya serahkan sepenuhnya kepada Kuasa Hukum, PADMA Indonesia, sesuai mekanisme yang ada. Saya akan berkoordinasi dengan PADMA Indonesia bagaimana langkah selanjutnya," kata Eufrasia.

Sementara Kuasa Hukum PADMA Indonesia, Gabriel Goa, mengapresiasi kinerja Polres Ngada di bawah pimpinan Kapolres Ngada yang baru, AKBP. Rio Cahyowidi, S.I.K,M.IK, yang sudah menyikapi pengaduan dan laporan korban.

"Apresiasi untuk Kapolres Ngada yang sudah responsif dan komit menegakkan hukum sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Itulah hakikat hukum yang selalu mengutamakan asas kesetaraan di depan hukum bagi setiap warga negara," kata Gabriel mengapresiasi.

Selaku penerima Kuasa Hukum, Gabriel berkomitmen untuk terus mendampingi korban dan setiap proses hukum yang akan dijalani.

"Prinsipnya kita selalu kooperatif mengikuti setiap proses dan mekanisme hukum di Polres Ngada hingga titik penyelesaian," komitnya.

Ia mengingatkan agar jangan sampai dalam proses BAP, pihak penyidik justru mengarahkan korban untuk menempuh jalur damai.

"Semestinya bukan dari pihak korban yang diarahkan untuk menempuh jalur damai, melainkan harus dari pihak pelaku. Jadi, jangan sampai korban diarahkan di luar koridor hukum," imbuhnya.

Bijak Bermedsos dan Sadar Hukum

Sementara Kapolres Ngada, AKBP. Rio Cahyowidi, S.I.K,M.IK menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Ngada untuk selalu bijak dan sadar hukum dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Polri, dalam hal ini Polres Ngada menghimbau seluruh warga masyarakat Ngada agar menggunakan medsos secara baik dan benar, serta sadar bahwa segala postingan melalui media sosial itu berdampak hukum. Yang penting bijak dan harus sadar hukum dalam bermedia sosial," ungkap AKBP Rio Cahyowidi di Mapolres Ngada, seperti dilansir warisanbudayanusantara.com.

Menjawab penanganan perkara seputar Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di wilayah hukum Polres Ngada, Kapolres Rio menegaskan bahwa Polres Ngada mengacu pada regulasi atau ketentuan hukum yang berlaku dalam setiap penanganan perkara ITE.

Jika telah memenuhi unsur-unsur hukum dalam rangkaian penanganan perkara ITE, Polres Ngada tentu menjunjung penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

"Terkait ITE, pada intinya Polri menegakkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kita tentu melihat unsur-unsur perbuatan melawan hukum dan ketika terpenuhi unsur-unsurnya, kita tegakan itu sesuai UU yang berlaku. Sekali lagi, dihimbau agar bijak dan harus sadar hukum dalam bermedia sosial," tegasnya.

Sementara terkait laporan pengaduan perkara ITE oleh Ibu Eufrasia S Lay selaku pemilik toko Aneka Jaya Bajawa, Kapolres Rio mengatakan bahwa saat ini Polres Ngada tengah menindaklanjut pengaduan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan penanganan hukum yang berlaku.

"Pengaduan dan laporan korban sedang ditindaklanjut sesuai ketentuan dan mekanisme hukum yang berlaku," tandasnya.

Dijadwalkan, pada Selasa (25/8/20) lanjutan proses hukum mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.

--- Guche Montero

Komentar